The Chronicles of Narnia: Prince Caspian - Walt Disney Pictures By LeeYunRain Published: May 15, 2008 PrintEmail
The Prologue
The Chronicles of Narnia: Prince Caspian adalah sebuah film fantasi yang diangkat dari Prince Caspian, novel kedua karya C.S. Lewis dari seri The Chronicles of Narnia. Film ini merupakan film kedua Walt Disney Pictures dan Walden Media dari seri film The Chronicles of Narnia, yang diawali dengan The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe pada tahun 2005. Here comes the review...
The Story
Di Narnia, Caspian adalah seorang Pangeran Telemarine yang berhak atas tahta Narnia. Ia terancam oleh usaha pembunuhan yang dilakukan oleh pamannya sendiri, Miraz. Miraz menguasai seluruh Narnia hingga Caspian cukup dewasa untuk memerintah Narnia. Namun, sekarang Miraz telah memiliki seorang anak. Jika ia dapat membunuh Caspian, maka ia akan menjadi pewaris tahta dan anaknya bisa menjadi penerusnya. Caspian, menuruti perintah gurunya, Dr. Cornelius, kabur ke hutan. Caspian pun melarikan diri dengan berbekal sebuah terompet yang diberikan Dr. Cornelius. Sebelum berpisah, Dr. Cornelius berpesan kepada Caspian untuk tidak menggunakan terompet itu, kecuali dalam keadaan yang sangat terdesak.
Setelah sampai di hutan, Caspian yang mengira bahwa ia telah meninggalkan jauh para pengejarnya pun beristirahat sejenak. Tiba-tiba, ia terkena batang pohon dan terjatuh dari kudanya. Dari pohon, keluarlah dua Dwarf dan seekor cerpelai yang bisa berbicara. Caspian yang ketakutan pun membunyikan terompet yang diberikan Dr. Cornelius. Karena bunyi terompet tersebut, para prajurit yang mengejarnya pun mengetahui keberadaan Caspian. Satu dari Dwarf yang bernama Trumpkin, berusaha menghentikan para prajurit dan kemudian tertangkap. Sementara itu, Dwarf yang satunya bernama Nikabrik dan si cerpelai yang bernama Trufflehunter, membawa Caspian.
Di lain tempat, keempat Pevensie bersaudara (Peter, Susan, Edmund dan Lucy) yang sedang menjalani hari-harinya kembali sebagai anak-anak sekolah (yang tadinya, mereka berempat telah menjadi Raja dan Ratu di tanah Narnia), telah terpanggil kembali ke Narnia. Mereka yang telah berada di Narnia, berusaha mencari tahu tentang reruntuhan yang tidak mereka kenali pada sebelumnya. Hingga kemudian mereka menyadari bahwa reruntuhan tersebut adalah Cair Paravel, istana tempat Raja dan Ratu Narnia memerintah. Mereka menyimpulkan bahwa Cair Paravel telah diserang karena mereka mengira hanya telah meninggalkan Narnia selama satu tahun. Mereka pun mengenakan pakaian dan perlengkapan Narnia untuk mencari tahu apa yang sebenarnya telah terjadi.
Caspian yang telah terbangun, dihadapkan dengan para penghuni Narnia. Para penghuni Narnia yang pada awalnya tidak senang dengan Telemarine, berusaha diyakinkan oleh Caspian. Caspian mengatakan kepada para makhluk penghuni Narnia, apabila mereka membantu Caspian dalam memperoleh tahtanya kembali, ia akan mengembalikan kembali kedamaian di tanah Narnia. Setelah Centaur bernama Glenstorm memutuskan untuk mendukung Caspian, semuanya pun mengikutinya.
Pevensie bersaudara melihat Trumpkin yang akan dibuang oleh dua prajurit dan berusaha menolongnya. Setelah itu, Pevensie bersaudara, ditambah dengan Trumpkin pun memulai perjalanan untuk mencari para penghuni Narnia yang lainnya. Kemudian, mereka pun bertemu dengan Pangeran Caspian, dan merencanakan perang melawan Miraz.
Kemudian, mereka memutuskan untuk melakukan serangan di malam hari. Sayangnya, serangan tersebut telah gagal dan mereka pun kembali ke markas. Peter dan Caspian memperdebatkan siapa yang patut bertanggung jawab atas kegagalan serangan itu. Setelah itu, Nikabrik mengajak Caspian untuk memperlihatkan rencananya dalam mengalahkan Miraz. Ia mempertemukan Caspian dengan kedua temannya, seorang nenek sihir dan were-wolf, yang berusaha membangkitkan White Witch. Untungnya, rencana tersebut berhasil digagalkan oleh Peter dan Edmund.
Pada akhirnya, Peter memutuskan untuk menantang Miraz dalam sebuah duel satu lawan satu untuk menghindari jatuhnya korban lebih banyak. Miraz pun terpaksa menerima tantangan tersebut, karena ia akan terlihat pengecut apabila menolak tantangan yang ditawarkan oleh anak yang berumur setengah dari umurnya. Mereka pun bertarung dan sementara itu, Lucy pergi mencari Aslan. Siapakah yang akan memenangkan pertarungan tersebut? Apakah Lucy bisa menemukan Aslan dan mengembalikan kembali kedamaian di tanah Narnia? Jawabannya hanya bisa kamu peroleh dari menonton sendiri film ini. Selamat menonton...
Overall
The Chronicles of Narnia: Prince Caspian adalah sebuah sekuel dari The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe. Masih sama seperti pendahulunya, tetap kental dengan unsur-unsur imajinatif. Namun, kali ini tidak hanya Pevensie bersaudara yang telah bertambah dewasa. Cerita yang disajikan pun telah berkembang jadi lebih dewasa. Namun, masih tetap disajikan untuk dapat mudah dicerna oleh penontonnya. Film yang tadinya saya pikir ditujukan untuk anak-anak, pada kenyataannya tidaklah seperti yang saya kira.
Sinematografi dari film ini ditampilkan dengan baik. Pemandangan dari dunia Narnia disajikan dengan penuh keindahan, membawa para penontonnya untuk menjelajahi keindahan dari Narnia. Efek visual yang diperlihatkan di film ini pun bagus. Dari penampilan para makhluk penghuni Narnia, hingga alam dari Narnia itu sendiri, terlihat memukau.
Musik yang disajikan cukup baik. Instrumen karya Harry Gregson-Williams di film ini bisa membawa para penontonnya untuk masuk ke dalam suasana film. Cukup memberi kesan film Walt Disney pada musiknya.
Pemilihan karakter yang dihadirkan disini pun terlihat pas. Karakteristik keempat pemeran Pevensie bersaudara terlihat pas dengan peranannya masing-masing. Sama halnya dengan Ben Barnes, sang pemeran Pangeran Caspian. Ia terlihat pas dengan peran sebagai Pangeran Caspian tersebut. Di satu sisi, ia bisa terlihat penuh emosi dan ceroboh. Namun, di sisi lainnya, ia bisa terlihat memiliki wibawa seorang pangeran yang kelak akan menjadi raja yang memerintah seluruh Narnia.
Dari apa yang telah saya saksikan, saya merasa terhibur dengan film ini. Membuat saya cukup tertarik untuk mengetahui apa lagi yang akan terjadi di tanah Narnia pada sekuel-sekuel selanjutnya dari film ini. Melihat perkembangan dari seri Narnia kali ini, tidak menutup kemungkinan bahwa para penggemar film imajinatif semacam Harry Potter, akan berpindah haluan ke seri Narnia.