Menu

flashbanners/wall-e/Wall-E_miniSite_300x250_30k_v5

 Film Terbaru
Mirrors

Add your banner here

 Play-Asia.com

Search Play-Asia


VGI Podcast

 Berita Game Terbaru
Akuma Hadir di SF4 Versi Arcade

Nintendo Masih Tetap Raja untuk Bulan Juli

Rumor: EA Mengambil Alih Brutal Legend?

Street Fighter Alpha Hadir untuk PlayStation Network

Eidos Akan Merilis Batman: Arkham Asylum

Perkenalkan, Model Terbaru Lara Croft

Kaz Hirai: Memilih Mati daripada Eksklusif 360 di PS3

Bonus dari Bundle Gears of War 2 Seharga $139: Lancer Assault Rifle

Pengembangan PlayStation Home Beta

Soul Calibur IV Membanjiri Pasaran di Seluruh Dunia

 Film Terbaru
"Mirrors"
20th Century Fox
Horror / Thriller
B
"Wall-E"
Walt Disney Pictures
Animation / Adventure / Comedy / Sci-Fi
A
"Asterix at the Olympic Games"
Pathe Rens Productions
Adventure / Comedy / Family
C
"The X-Files: I Want to Believe"
20th Century Fox
Science Fiction / Thriller
C

The Incredible Hulk [Paramount / Universal Pictures]
By LeeYunRain
Published: June 13, 2008
Print    Email

The Prologue

Bruce Banner, seorang ilmuwan jenius yang terkena radiasi gamma pada suatu eksperimen. Kemudian, pada saat ia dipenuhi dengan amarah, ia dapat berubah menjadi raksasa besar yang dikenal sebagai the Hulk. Di balik insiden radiasi gamma tersebut, kejadian itu telah menyisakan perusakan yang dilakukan oleh Bruce dalam wujud Hulk. Menyadari bahwa alter-ego-nya telah mencelakai banyak orang, Bruce melarikan diri ke dalam sebuah upaya untuk menyembuhkan dirinya.

The Story

Setelah menjadi buronan atas tuduhan di balik kecelakaan tersebut, Bruce melarikan diri dan menetap untuk sementara di Brazil. Menjalani hari-hari tanpa perubahan dalam dirinya, ia bekerja di sebuah pabrik minuman botol dan menjalani sebuah latihan dalam mengendalikan emosinya. Hidup dihantui dengan trauma akan insiden radiasi gamma, Bruce mencoba mencari cara untuk menyembuhkan dirinya. Ia melakukan kontak via chat dengan seorang ilmuwan bernama Samuel Sterns yang ia kenal sebagai Mr. Blue. Sayangnya, upaya penyembuhan Bruce dengan dibantu Samuel Sterns itu masih gagal.

Hari-hari Bruce di Brazil kembali diusik oleh kawanan militer atas pimpinan Jenderal Thaddeus “Thunderbolt” Ross, yang juga merupakan ayah dari Betty Ross, kekasih Bruce. Jenderal Ross ingin menangkap Bruce untuk mengambil sampel darah Bruce sebagai awal dari hasrat menciptakan super soldier. Pada saat terpojok, Bruce yang hanyut dalam amarahnya pun lepas kendali menjadi Hulk. Menyadari bahwa Brazil sudah tak lagi aman, ia terus melarikan diri hingga pada akhirnya kembali ke New York untuk menemukan data yang berisi informasi yang dapat menyembuhkannya. Kemudian, Bruce bertemu dan memutuskan menerima tawaran Stanley untuk sementara tinggal di tempatnya.

Bruce juga berusaha menghindari Elizabeth “Betty” Ross, kekasihnya yang juga merupakan anak dari Jenderal Ross. Tetapi pada akhirnya mereka pun berjumpa. Bruce yang menyadari bahwa dirinya adalah buronan, tidak ingin berlama-lama bersama Betty karena khawatir akan ancaman dari pihak militer. Lagi-lagi, di saat ia terkepung oleh pasukan Jenderal Ross dan melihat Betty yang merasa tersakiti, Bruce kembali berubah menjadi the Hulk untuk menyelamatkan dirinya sekaligus kekasihnya.

Melihat pasukannya yang tengah dikacau-balaukan oleh Hulk, Jenderal Ross memutuskan untuk mengerahkan Emil Blonsky, salah seorang tentara yang berhasil selamat dari amukan Hulk sewaktu pengejaran di Brazil. Kali ini, Blonsky bukanlah Blonsky yang pada waktu dulu selamat dari amukan Hulk di Brazil. Ia telah diperkuat melalui sebuah eksperimen yang menjadikannya seorang super soldier (untuk versi komiknya, Blonsky dapat dikenal sebagai the Abomination). Meskipun begitu, lagi-lagi ia harus menerima kekalahan dari Hulk. Kalah untuk yang kedua kalinya bukan berarti Blonsky sudah menyerah. Setelah pulih, ia dan Jenderal Ross kembali merencanakan penyergapan Bruce Banner.

Bruce yang melarikan diri bersama Betty, pada akhirnya memutuskan untuk menemui Samuel Sterns, ilmuwan yang sudah Bruce kenal sebagai Mr. Blue. Ternyata, Sterns masih belum dapat menyembuhkan Bruce. Bruce malah menemukan sebuah kenyataan bahwa ternyata sampel darahnya telah dilipatgandakan. Sebelum Bruce dapat memusnahkan semua sampel darahnya, ia dan Betty telah terlebih dahulu tertangkap oleh Jenderal Ross. Blonsky yang semakin haus dengan kekuatan, memaksa Sterns untuk melakukan eksperimen radiasi gamma terhadapnya. Eksperimen tersebut telah menjadikan Blonsky sebagai makhluk yang lebih kuat dan jauh lebih berbahaya dari Hulk. Dan kini, Hulk harus menghentikan Blonsky sebelum itu terlambat.

Overall

Sebelum menonton film ini, di dalam pikiran saya masih terbayang adegan-adegan yang masih membekas dari film Iron Man. Akankah Hulk bisa menyaingi kesuksesan Iron Man? Masih ada keraguan dari pribadi saya sendiri, mengingat bahwa film Hulk pada tahun 2003 lalu masih belum bisa dibilang memuaskan.

Ternyata, setelah menyaksikan film ini pada pagi tadi (special thanks to Miss Nelly dan Miss Rayni dari Universal / Paramount Indonesia), keraguan saya terbantah. Saya cukup puas melihat aksi “anarki” dari Hulk. Sewaktu saya menyaksikan Iron Man, saya merasa dipuaskan dengan tampilan serba hi-tech dan akting Robert Downey, Jr. yang sangat pas sebagai Tony Stark (yang juga muncul sebagai cameo pada bagian akhir film ini).

Kalau Tony Stark itu adalah seseorang yang sangat mengandalkan kecerdasan dan teknologi, maka Hulk adalah karakter yang memiliki kekuatan dan kelebihannya terletak pada kekuatan. Meskipun Bruce Banner sendiri adalah seorang ilmuwan yang jenius, di saat ia menjadi Hulk, yang ia lakukan hanyalah menghancurkan apa yang ada di depannya. Hulk tidak punya repulsor beam seperti Iron Man, yang ia punya hanyalah fisik yang mampu merusak segalanya dan Hulk Smash.

Di saat Tony Stark merasakan bahwa menjadi seorang Iron Man adalah anugerah, Bruce Banner justru menganggap kekuatan Hulk sebagai sebuah kutukan yang harus dihilangkan. Ragam karakteristik tokoh-tokoh hero Marvel inilah yang membuat saya benar-benar tertarik. Begitulah pendapat saya mengenai Hulk dan Iron Man.

Ok, cukup sudah pendapat saya untuk hal yang membedakan antara karakter Hulk dan Iron Man. Di film ini kamu akan menyaksikan bagaimana seorang Bruce Banner harus hidup dalam bayangan Hulk. Di kala ia merasa terancam atau terusik, ia dapat berubah wujud menjadi Hulk yang perusak. Tidak hanya ancaman dari dalam dirinya, ia juga berada dalam kejaran pihak militer yang mengejar dirinya sebagai sampel dalam menciptakan prajurit super. Penonton disini juga akan dihadapkan dengan kisah cinta Bruce dan Betty. Bruce sangat mencintai Betty, namun di sisi lain ia sadar bahwa tidak bisa bersama dengannya.

Grafik dari film ini menampilkan CGI yang cukup keren. Kalau di sepanjang film Iron Man kamu telah disajikan dengan tampilan Iron Man yang serba hi-tech, maka di film ini kamu akan menyaksikan seberapa besar dampak pengrusakan yang dilakukan oleh Hulk. Tampilan serta transformasi Hulk itu sendiri ditampilkan dengan cukup jelas secara prosthetic make up dan animatronic. Soal adegan berantem juga telah disajikan dengan cukup baik.

Kamu juga akan menemukan musik yang dulunya pernah kamu dengarkan di serial TV Hulk. Musik dengan judul “The Lonely Man Theme” ini melambangkan Banner yang tidak habis-habisnya berusaha untuk mencari ketenangan diri.

Film ini tidak begitu menjelaskan kejadian atau insiden yang menyebabkan asal-muasal dari Hulk. Nampaknya, film ini lebih terlihat sebagai pencarian jati diri Bruce Banner, dan penerimaan takdirnya dengan Hulk sebagai alter ego. Pendek kata, dari Bruce yang pada awalnya ingin “menyembuhkan diri” dari Hulk, hingga akhirnya Bruce dapat menerima Hulk sebagai bagian dari dirinya. Dan film ini merupakan jembatan menuju “The Avengers.”

Overall, buat kamu yang suka dengan jagoan-jagoan superhero khas Marvel, pasti akan menyambut film ini dengan senang hati. Setelah kesuksesan lewat kecanggihan yang dipamerkan oleh Iron Man, sepertinya film ini dapat merebut perhatian para penggemar Marvel lewat kebrutalan Hulk yang dipertontonkan disini.

Satu lagi, film ini dikategorikan sebagai film dewasa menurut Lembaga Sensor Film Indonesia. Dan VGI cukup setuju atas keputusan tersebut, karena banyak adegan kekerasan dan juga percintaan. Jadi, buat kamu yang ingin mengajak anak atau adik kecil, lebih baik tidak melakukannya. This is mature movie, not for kids. Period.

VGI Rates: B

Overview

Director:

Louis Leterrier

Writers (WGA):

Zak Penn (screenplay)

Edward Norton (screenplay)

Release Date:

13 June 2008 (USA)

MPAA

PG-13 (USA); Dewasa (Indonesia)

Duration

114 min

Cast

Edward Norton Bruce Banner
Liv Tyler Betty Ross
Tim Roth Emil Blonsky
Tim Blake Nelson Samuel Sterns
William Hurt General Thaddeus Ross
- 2092 Views

View Comments (5)






 GAX Episode 52

 Login Panel
Username:
Password:
Remember Me

Not registered?
Register now!

Forgot your password?


 Artikel VGI
August 7, 2008
 Sejarah 'Singkat' Metal Gear

August 1, 2008
 Sejarah Game Ninja Gaiden

July 31, 2008
 Join Us!! Soul Calibur VGI Sub-Forum!!

July 21, 2008
 [Lensa VGI] Oleh-oleh dari China Joy 2008 @ Shanghai New International Expo Center - 17-19 Juli 2008
 [Lensa VGI] Oleh-oleh dari Indonesian Motor Show 2008 @ Jakarta Convention Center - 11-20 Juli 2008

June 18, 2008
 VGI Street Fighter Gathering @ Rumah Mr. Kelly – 28 Juni 2008

June 16, 2008
 [Lensa VGI] Pameran LG Scarlet - 13 Juni 2008 @ Senayan City

June 5, 2008
 [Lensa VGI] Relaunching Astro Xpresi: The Birth of X-Culture @ Blitz Megaplex, Grand Indonesia - 30 Mei 2008

May 19, 2008
 Fasilitas-fasilitas Terbaru VGI

May 13, 2008
 [Lensa VGI] Jalan-jalan ke Otobursa 2008 @ Parkir Timur Senayan, 10 Mei 2008


VGI Podcast