"Max Payne" 20th Century Fox Action / Drama / Thriller B
Asterix at the Olympic Games – Pathe Rens Productions By LeeYunRain Published: August 7, 2008 PrintEmail
Siapa yang tidak tahu dengan Asterix? Tokoh komik karya Goscinny dan Uderzo yang satu ini telah kembali hadir dalam bentuk layar lebar pada tahun 2008 ini. Berbeda dengan dua film terdahulunya yang mengisahkan tentang Cleopatra dan bangsa Viking, petualangan Asterix kini menceritakan tentang keikutsertaannya di Olimpiade. Here’s the review…
The Story
Kali ini dikisahkan bahwa salah seorang teman Asterix dan Obelix, yaitu Kasmaranix, telah jatuh cinta pada seorang putri raja Yunani yang bernama Irina. Tidak bertepuk sebelah tangan, Irina juga memiliki perasaan yang sama terhadap Kasmaranix. Namun, kisah kasih mereka harus terusik dengan maksud ayah dari Irina yang ingin menikahkannya dengan Brutus yang merupakan putera dari Julius Caesar. Irina yang tidak mencintai Brutus pun berusaha menolak keinginan ayahnya tersebut dengan mengadakan sebuah sayembara. Ia memutuskan untuk menikahi siapapun pemenang dari Olimpiade.
Kasmaranix pun kembali ke Galia dengan membawa kabar tersebut. Mengetahui permasalahan temannya, Asterix dan Obelix tidak tinggal diam. Mereka berniat untuk ikut serta dalam membantu perjuangan Kasmaranix. Kembali ke Roma, selain ingin menikahi Irina, Brutus juga mencari kesempatan untuk mencelakai Caesar. Ia berambisi untuk naik tahta dengan cara menyingkirkan ayahnya tersebut.
Kemudian, Asterix beserta rombongan dari Galia pun tiba di Olimpiade. Lomba demi lomba pun mereka lalui dengan hasil yang memuaskan. Hingga tiba saatnya penganugerahan gelar juara, Brutus yang telah dikalahkan dengan telak oleh tim Kasmaranix dari Galia pun merasa dicurangi. Ia mendapatkan kabar dari salah seorang pengikutnya, Gluteus Maximus, bahwa Asterix dan Obelix menggunakan ramuan khusus buatan Panoramix sebagai kunci kemenangannya. Merasa dirugikan oleh hal itu, Brutus mempermasalahkan hal tersebut dan hasilnya adalah: tim Galia di-diskualifikasi.
Berkat kebijakan Caesar dan keberanian Asterix, pertandingan pun diputuskan untuk diulang. Namun, kali ini dengan syarat bahwa Galia tidak boleh mengikutsertakan Asterix dan Obelix. Tidak hanya itu, tim dari Galia pun dipersulit dengan maksud licik Brutus yang menculik Panoramix untuk membuatkannya ramuan khusus. Akankah maksud jahat Brutus itu terpenuhi? Apakah cinta Kasmaranix dan Irina bisa bersatu?
Overall
Kurang memuaskan. Itulah yang saya peroleh seusai menyaksikan film ini. Meskipun film ini disebut-sebut sebagai film Eropa dengan budget terbesar, bukanlah suatu jaminan bahwa film ini bisa menghasilkan sebuah kesuksesan. Kenyataannya, film ini sendiri telah menuai sekian banyak kritik. Dengan ini, tampaknya €78 juta belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Sepertinya film ini tidak tampil lebih baik dari film-film terdahulunya.
Saya cenderung merasa kalau lelucon yang disuguhkan di film ini masih kurang bermutu. Masih banyak candaan-candaan yang terhitung cukup garing nan jayus, membuat saya kurang merasa terhibur. Namun, saya merasa cukup dihibur lewat penampilan sejumlah cameo yang pastinya telah dikenal oleh para penonton lainnya. Mulai dari lightsaber khas Star Wars, Michael Schumacher dengan Jean Todt, Zinedine Zidane, Tony Parker, hingga Amelie Mauresmo dapat penonton temukan di film ini. Cukup berkesan, meskipun masih belum cukup banyak berpengaruh akan kualitas film yang terhitung mengecewakan ini. Sebagai sebuah film komedi, seharusnya Asterix bisa menyajikan lawakan-lawakan segar seperti yang ada di komiknya.
Dilihat dari sinematografi-nya, film ini masih menampilkan nuansa yang sama seperti film-film sebelumnya. Cukup menarik untuk menyaksikan realisasi nyata dari nuansa yang ada di komik-komiknya. Mengenai akting yang ditampilkan, sepertinya belum memiliki banyak kelebihan, alias masih standar. Secara keseluruhan, film ini masih belum cukup memuaskan. Tetapi, mungkin cukup menghibur untuk disaksikan bersama-sama dengan keluarga.
VGI Rates: C
Overview
Directed by
Frederic Forestier
Thomas Langmann
Produced by
Jerome Seydoux
Thomas Langmann
Written by
Rene Goscinny (comic)
Albert Uderzo (comic)
Thomas Langmann