Menu


 Film Terbaru
Speed Racer


 Play-Asia.com

Search Play-Asia


VGI Podcast

 Berita Game Terbaru
GTA IV Terjual $500 Juta dalam Minggu Pertama

id Mengumumkan Pengembangan Doom 4

Xbox 360 Untuk Pasien Rumah Sakit Anak

Laporan Penjualan Game dan Konsol di Jepang Periode Akhir April

Ubisoft Membuka Studio Baru di Ukraina

Microsoft Menurunkan Harga Xbox 360 di Asia

Rencana Rilis Prince of Persia Terbaru

PSP Slim & Lite Bronze Edition Sudah Mulai Dipasarkan

Grand Theft Auto IV Akan Dikemas Dengan Playstation 3 40GB

Bundle Istimewa Alone in the Dark

Pengumuman Tanggal Rilis Midnight Club: Los Angeles

Judul Baru Silent Hill V: Homecoming

Vin Diesel Membintangi Game Action Midway: Wheelman

Mortal Kombat: Next-Gen Masih Dalam Proses

Game DS Laku Hingga 100.000.000 Kopi

Rilis Soul Calibur IV di Musim Panas

Pendaftaran ID Close Beta Idol Street Telah Dibuka

Censorit, Aplikasi Blokir Situs Untuk PSP

Update Terbaru Metal Gear Online

Polling: Grand Theft Auto IV

The Golden Compass - New Line Cinema
By blueshark
Published: December 26, 2007
Print    Email

Official Trailer on Page #2

The Prologue

Awal mula film ini dimulai dengan narasi yang cukup membuat penasaran. Alam semesta merupakan kumpulan dimensi yang berbeda satu sama lain. Ada Bumi dimana jiwa manusia bersatu dengan raganya, yaitu dunia kita. Dan ada Bumi lain dimana jiwa manusia berada dalam raga binatang yang mengikuti manusianya. Jiwa dengan raga binatang itu disebut sebagai Daemon, yang selalu mengikuti manusianya, dan juga merasakan sakit jika pemiliknya disakiti. Dunia paralel itu dihubungkan dengan Dust, sebuah partikel magis. Dust mengetahui kebenaran dan segalanya, dan terdapat juga sebuah alat bernama Althiometer yang dapat membaca kebenaran melalui Dust.

The Story

Tersebutlah Lyra, seorang gadis pelajar yang tinggal di Oxford's Jordan College di dunia tersebut. Lyra diceritakan sebagai keponakan Lord Asriel, salah seorang bangsawan yang meneliti kebenaran tentang adanya Dust. Lyra merupakan gadis tomboy dan bandel, dia juga mempunya kawan-kawan anak Gyptians (kaum seperti gipsy dengan gaya kultur seperti orang Mesir kuno jaman Alibaba). Salah satunya adalah Roger. Lyra juga memiliki Daemon dengan bentuk yang masih belum pasti, masih dapat berubah-ubah. Bentuk Daemon yang tidak tetap ini merupakan hal yang wajar di dunia tersebut jika pemiliknya masih anak-anak.

Suatu hari Lyra mencuri dengar pertemuan pamannya dengan pihak Oxford dan Magisterium, yang merupakan nama pemerintah di dunia ini. Sang paman, Asriel, hendak menuju ke kutub utara yang diklaim sebagai tempat dimana Dust bisa terlihat dan mengalir ke tubuh manusia melalui Daemonnya. Dia mendengar kata "Dust", dan sempat menanyakan hal tersebut kepada sang paman, namun Asriel memintanya untuk tidak pernah membahas tentang hal itu lagi.

Ketika sang paman sudah pergi, datanglah Ms.Courtler di Oxford, dan wanita cantik penuh daya magis ini mengajak Lyra untuk mengikuti ekpedisi ke kutub utara. Lyra lalu meninggalkan Oxford, dengan bekal Althiometer yang diberikan oleh sang Master of Oxford untuk mengetahui kebenaran. Awalnya Lyra sangat menyukai wanita ini dan mengikuti perintahnya, namun ternyata Ms.Courtler mengincar Althiometer miliknya. Lyra bahkan menemukan bukti bahwa Ms.Courtler merupakan dalang dari sindikat Gobbler, penculik anak. Dengan bantuan kaum Gyptians, Lyra berhasil kabur dari kejaran komplotan ini.

Belakangan Lyra mengetahui bahwa Roger, sahabatnya, juga sudah diculik oleh para Gobbler. Dengan bantuan Althiometer, Lyra mengetahui bahwa komplotan ini bermarkas di kutub utara. Dalam perjalanan menyelamatkan Roger, Lyra juga mendapat bantuan dari Iorek, si beruang kutub, dan Lee Scorsby, pilot balon udara. Dia juga bertemu dengan Serafina Pekkala, ratu para penyihir. Dan dimulailah perjalanan panjang menuju markas Gobbler untuk membuat perhitungan dan balas dendam.

The Adapted Movie vs The Original Trilogy

His Dark Materials: Northern Lights, merupakan judul asli dari buku pertama dari film trilogi ini di UK. Ketika masuk ke US, pihak publisher menggantinya dengan nama Golden Compass. Banyak fans dari karya epik trilogi Philip Pullman akan penasaran dengan film ini, yang merupakan adaptasi dari bukunya. Dalam buku itu, ceritanya menakjubkan, menimbulkan penasaran, dan terkadang kejam. Selain itu, pesan yang ada dalam novel aslinya juga mengandung nilai filosofi, dan terkadang spiritual di beberapa sudut. Sayang sekali, filmnya justru gagal menampilkan poin ini. Film adaptasi ini justru mengangkat sudut fantasi, laga, dan si beruang kutub yang bisa bicara (panserbjorne).

Semangat yang terkandung di dalam cerita novel justru hilang. Seperti misalnya pengembangan pemahaman setiap individu terhadap Daemon-nya. Patut diakui bahwa pengembangan cerita kompleks seperti di novel memang sangat sulit untuk ikut diadaptasi, sehingga hanya menghasilkan film dengan durasi pendek, 114 menit saja. Dengan menghilangkan unsur itu, penonton hanya disajikan oleh suatu film yang memamerkan special effect, daripada sebuah kisah yang seharusnya jauh lebih epik.

Overall

Karakter yang ada di film ini juga terkesan tidak diberikan kesempatan untuk berkembang. Konsep Daemon, Dust, Magisterium, dan sihir yang ada pun hanya diceritakan lewat narasi pendek saja. Hasilnya adalah sebuah perasaan yang hambar terhadap setiap karakter, karena tidak ada yang kesan khusus pada diri mereka.

Namun, dibalik kekecewaan terhadap plot dan karakter, buat kamu pecinta grafik, maka mata akan benar-benar dimanja di film ini. Bagaimana dunia tempat Lyra hidup digambarkan, lalu indahnya nuansa kutub, serta efek ketika beruang bertarung gila-gilaan, semua cukup membuat penonton untuk menahan nafas.

Pengembangan karakter yang hampir nol juga nampaknya masih bisa ditutupi dengan akting mereka yang cukup kuat. Setiap aktor disini bisa memerankan karakternya dengan baik, meskipun kurang dari segi pengembangan watak. Daniel Craig mampu membawakan Lord Asriel seperti di dalam bukunya. Nicole Kidman masih tetap memiliki kecantikan dan daya tarik magis, serta mampu tampil sinis sekaligus pintar. Sam Elliot juga cukup bisa tampil menyenangkan sebagai Lee Scorsby. Dan yang utama adalah sosok Lyra yang dibawakan dengan baik sekali oleh Dakota Blue Richards, meskipun masih belum seperti di novelnya.

Sejauh film ini berjalan, adegannya memang memikat mata dan memukau. Namun fase adegan demi adegan yang relatif cepat justru membuat penonton seperti tidak punya banyak waktu untuk bernapas. Jika kamu pergi 2 menit saja untuk ke toilet, bisa jadi kamu akan kembali ke tempat dudukmu dan bertanya, "Lho? Kok jadi gitu?" Memang adegannya keren, saya akui sekali. Sayangnya adegan keren ini tidak diimbangi dengan pengembangan yang mendalam, sehingga kurang meninggalkan kesan ketika saya harus berdiri dari kursi bioskop.

Meskipun demikian, saya cukup menyarankan untuk melihat film yang merupakan rangkuman dari novel aslinya ini sebagai salah satu hiburan alternatif di akhir tahun. Anak-anak juga saya yakin akan menyukai ceritanya, karena cenderung mudah dimengerti. Jika kamu mengharapkan plot dan pengembangan karakter yang berat, ini nasehat saya: jangan banyak berpikir, cukup nikmati film ini dengan sebungkus popcorn karamel dan segelas softdrink bersama orang-orang yang kamu sayangi di akhir pekan nanti.

VGI Rates: A-

Overview

Director : Chris Weitz
Writers (WGA) : Chris Weitz (screenplay)
Philip Pullman (novel)
Genre : Action / Adventure / Drama / Family / Fantasy / Thriller
Duration : 114 min

Cast

Nicole Kidman : Marisa Coulter
Daniel Craig : Lord Asriel
Dakota Blue Richards : Lyra Belacqua
Ben Walker : Roger
Freddie Highmore : Pantalaimon (voice)
Ian McKellen : Iorek Byrnison (voice)
Eva Green : Serafina Pekkala
Jim Carter : John Faa
Tom Courtenay : Farder Coram
Ian McShane : Ragnar Sturlusson (voice)
Sam Elliott : Lee Scoresby
Christopher Lee : First High Councilor
Kristin Scott Thomas : Stelmaria (voice)
Edward de Souza : Second High Councilor
Kathy Bates : Hester (voice)

Next page: Official Trailer



Page 1 of 2 | Next Page »
- 1410 Views

View Comments (1)






Boleh[dot]Com

 GAX Episode 40

 Login Panel
Username:
Password:
Remember Me

Not registered?
Register now!

Forgot your password?


 Artikel VGI
May 9, 2008
 [Liputan VGI] Megaxus Press Conference Lineage II & Game Exhibition - 9 Mei 2008 @ Atrium Mall Kelapa Gading 3

May 5, 2008
 [Lensa VGI] VGI Wii + NDS Forum Gathering @ Rumah Mr. Kelly - 04 Mei 2008

May 2, 2008
 VGI NDS + Wii Gathering @ Rumah Mr. Kelly – 4 Mei 2008

April 30, 2008
 VGI Podcast - GAX Episode 39 - Tokusatsu

April 29, 2008
 Fitur Baru VGI: VGI Podcast

April 14, 2008
 [Lensa VGI] Electronic Sports World Cup 2008 (ESWC 2008) - 11-13 April 2008 @ EX Plaza Indonesia

April 7, 2008
 [Lensa VGI] NDS Gathering & Ngadu Game - 6 April 2008 @ Excelso Cafe, Surabaya

April 3, 2008
 [Lensa VGI] Launching Rose Online - 2 April 2008 @ Forbidden City Resto

March 31, 2008
 [Lensa VGI] VGI Biker Forum Gathering @ Burger & Grill, Radio Dalam - 30 Maret 2008

March 28, 2008
 [VGI Labs] Logitech G5 Laser Gaming Mouse


VGI Podcast