Menu


 Film Terbaru
Speed Racer


 Play-Asia.com

Search Play-Asia


VGI Podcast

 Berita Game Terbaru
GTA IV Terjual $500 Juta dalam Minggu Pertama

id Mengumumkan Pengembangan Doom 4

Xbox 360 Untuk Pasien Rumah Sakit Anak

Laporan Penjualan Game dan Konsol di Jepang Periode Akhir April

Ubisoft Membuka Studio Baru di Ukraina

Microsoft Menurunkan Harga Xbox 360 di Asia

Rencana Rilis Prince of Persia Terbaru

PSP Slim & Lite Bronze Edition Sudah Mulai Dipasarkan

Grand Theft Auto IV Akan Dikemas Dengan Playstation 3 40GB

Bundle Istimewa Alone in the Dark

Pengumuman Tanggal Rilis Midnight Club: Los Angeles

Judul Baru Silent Hill V: Homecoming

Vin Diesel Membintangi Game Action Midway: Wheelman

Mortal Kombat: Next-Gen Masih Dalam Proses

Game DS Laku Hingga 100.000.000 Kopi

Rilis Soul Calibur IV di Musim Panas

Pendaftaran ID Close Beta Idol Street Telah Dibuka

Censorit, Aplikasi Blokir Situs Untuk PSP

Update Terbaru Metal Gear Online

Polling: Grand Theft Auto IV

American Gangster - Universal Studios
By blueshark
Published: January 8, 2008
Print    Email

The Story

New York, 1970an. Tersebutlah Ellsworth "Bumpy" Johnson, seorang gangster kulit hitam yang cerdas dan memiliki disiplin tinggi. Bumpy memiliki seorang supir sekaligus tangan kanan dan muridnya, bernama Frank Lucas. Ketika Bumpy meninggal terkena serangan jantung, situasi pun berubah. Kekosongan ini membuat para gangster kulit hitam saling berebut pengaruh di jalanan Harlem.

Frank yang muak akan perilaku dan tabiat baru para gangster yang serba mewah dan gemerlap, akhirnya menentukan untuk mengambil alih. Untuk mendapatkan uang dan kekuasaan, dia pun membangun jaringan obat bius baru dengan membeli langsung ke sumber heroin di Thailand, mengirim heroin via kargo militer, menurunkan kadar kemurniannya, lalu mengemasnya dengan nama "Blue Magic". Meski kadar kemurnian obat ini sudah diturunkan dari aslinya, namun tetap saja masih dua kali lipat dibanding obat lain yang beredar di jalanan. Terlebih lagi, metode Frank membeli langsung di sumbernya dan tanpa perantara, membuatnya bisa menjual sebesar separuh harga pasar.

Dengan cepat, Frank memperoleh banyak uang. Dia membeli beberapa nightclub dan apartemen. Dia juga memindahkan ibu dan saudara-saudaranya dari North Carolina ke New York, di sebuah rumah dengan areal tanah yang sangat luas. Tak hanya itu saja, Frank bahkan menikahi Miss Puerto Rico. Kehidupan Frank berubah total, berawal dari negro miskin, menjadi seorang yang paling berpengaruh di New York.

Namun semua hal itu tidak membuatnya berganti gaya hidup. Frank tetap mengikuti ajaran Bumpy, dia tetap disiplin, tenang, namun kejam. Dia juga masih tetap tidak memakai perhiasan dan baju nge-jreng seperti layaknya para gangster negro lain. Frank menyembunyikan jaringan sindikatnya dengan berbagai macam tempat pekerjaan, dan dia hanya mempercayakan urusan bisnis kepada saudara-saudaranya. Dia sendiri tidak tampak seperti seorang kingpin heroin, karena setiap minggu dia akan pergi ke gereja bersama ibu dan istrinya. Lalu sorenya dia akan mengganti bunga di makam Bumpy. Hari-hari kerja dilalui dengan makan pagi di sebuah restoran kuno, lalu mengunjungi klub miliknya. Malamnya dia dan istrinya akan makan bersama selebritis dan orang-orang penting. Benar-benar tampak seperti seseorang pebisnis sukses dengan hidup yang normal.

Sementara itu, di Newark - New Jersey, terdapat seorang detektif yang memiliki kejujuran dan disiplin tinggi bernama Richie Roberts. Suatu hari, Richie dan partnernya menemukan uang barang bukti sejumlah 1 juta dollar. Partnernya memaksa agar mereka mengambil saja uang itu, karena bila diserahkan sebagai barang bukti, mereka akan dibenci rekan-rekan sekantor karena merasa "nggak bagi-bagi jatah". Namun kejujuran dan disiplin Richie tak tergoyahkan, dia tetap menyerahkan uang itu dengan konsekuensi mereka dibenci oleh rekan-rekan sekantor. Setelah kematian partnernya karena overdosis, Richie lalu ditawari untuk menjadi pemimpin satuan khusus anti-narkoba. Dia juga bebas memilih anak buah yang dinilai cakap dan anti suap.

Sejalan dengan bisnis Frank yang makin sukses, dia pun makin berpengaruh di lingkungan gangster, baik kulit hitam, maupun jaringan mafia Itali. Suatu hari, ia dan istrinya pergi melihat pertandingan tinju Muhammad Ali. Dia duduk di baris kedua, lebih dekat dengan ring tinju daripada mafia Itali yang punya pengaruh. Ini jelas memancing rasa ingin tahu Richie yang sedang mengawasi para mafia. "Siapa orang kulit hitam yang lebih berpengaruh daripada para mafia Itali?" Richie bertanya-tanya. Tak hanya itu saja, seluruh orang-orang dunia hitam tampak sekali menaruh hotmat padanya. Dan dimulailah penyelidikan atas jaringan narkoba kulit hitam paling besar dalam sejarah, yang melibatkan ratusan polisi kotor dan berbagai kalangan pemerintah.

Overall

Soal latar, kita diajak melihat sisi gelap dari jalanan New York di tahun 70an. Kita akan melihat Harlem, Bronx, dan berbagai tempat di Manhattan yang dihuni oleh orang-orang kulit hitam di daerah pinggiran. Film yang berdasar kisah nyata ini seakan-akan mampu memberikan gambaran keadaan keseharian mereka di saat itu. Ada rumah susun yang kumuh dengan penghuninya yang kadang jalan-jalan sambil teler dan telanjang, lalu juga ada nightclub dan bar yang gemerlap penuh hiruk pikuk para orang kaya kulit hitam, lalu masih ada pula vila dan griya tawang yang megah milik para kingpin dan bos-bos mafia.

Di film ini, kita diajak melihat dengan 2 sudut pandang, dari sisi Frank Lucas, dan dari Richie. Bagaimana perjalanan seorang Frank Lucas yang bukan siapa-siapa, kemudian menanjak menjadi gembong obat bius berkulit hitam paling berpengaruh selama 100 tahun terakhir. Dernzel Washington mampu memerankan karakter ini dengan baik. Kalau dulu di film Training Day dia selalu mengucapkan "My Man", maka di film ini pun dia selalu mengucapkan kata ini. Tidak ada yang diragukan bila Denzel Washington mengisi sebuah peran.

Lalu kita juga diajak melihat kisah Richie (Russel Crowe), seorang detektif yang gemar main perempuan, yang akhirnya ditinggalkan oleh istrinya. Well, Richie memang jujur dan disiplin dalam urusan tugas dinas, tapi hal itu tidak membuatnya menjadi sosok sempurna. Dilema dan masalah masing-masing karakter akan ditemui. Tak hanya mereka saja, masih ada Detektif Trupo, seorang detektif kotor yang suka memeras penjahat dan bahkan menjual heroin barang bukti. Tiap-tiap karakter di film ini memiliki kisah sendiri-sendiri, dan alur dari kisah itu membuat mereka saling terkait satu sama lain, sehingga membuat film ini memiliki ketegangan yang makin memuncak secara bertahap.

Cerita dan pengembangan karakter merupakan sisi terkuat dari film ini. Ridley Scott berhasil membuat film yang bagus sekali. American Gangster bukanlah film yang bercerita mengenai mafia seperti halnya Godfather atau Scarface. American Gangster adalah tentang polisi bersih yang ingin menangkap penjahat, sekaligus membersihkan polisi kotor yang terlibat. Ini film yang cukup menyentuh, dengan pengembangan karakter yang sangat baik, serta kecepatan alur cerita yang pas.

Oh ya, this is not a kid movie! 21+ is my recommended age if you want to ask someone to watch this movie. It has violence and rough words. But the most important thing is: Nudity alert! Even if they say "lulus sensor".

VGI Rates: A

Overview

Director : Ridley Scott
Writers (WGA) : Steven Zaillian (written by)
Mark Jacobson (article)
Genre : Crime / Drama
Run time : 157 min
MPAA Rating : Rated R for violence, pervasive drug content and language, nudity and sexuality.

Cast

Denzel Washington : Frank Lucas
Russell Crowe : Det. Richie Roberts
Chiwetel Ejiofor : Huey Lucas
Josh Brolin : Detective Trupo
Lymari Nadal : Eva
Ted Levine : Det. Lou Toback

Next Page: Official Trailer



Page 1 of 2 | Next Page »
- 1094 Views

View Comments (1)






Boleh[dot]Com

 GAX Episode 40

 Login Panel
Username:
Password:
Remember Me

Not registered?
Register now!

Forgot your password?


 Artikel VGI
May 9, 2008
 [Liputan VGI] Megaxus Press Conference Lineage II & Game Exhibition - 9 Mei 2008 @ Atrium Mall Kelapa Gading 3

May 5, 2008
 [Lensa VGI] VGI Wii + NDS Forum Gathering @ Rumah Mr. Kelly - 04 Mei 2008

May 2, 2008
 VGI NDS + Wii Gathering @ Rumah Mr. Kelly – 4 Mei 2008

April 30, 2008
 VGI Podcast - GAX Episode 39 - Tokusatsu

April 29, 2008
 Fitur Baru VGI: VGI Podcast

April 14, 2008
 [Lensa VGI] Electronic Sports World Cup 2008 (ESWC 2008) - 11-13 April 2008 @ EX Plaza Indonesia

April 7, 2008
 [Lensa VGI] NDS Gathering & Ngadu Game - 6 April 2008 @ Excelso Cafe, Surabaya

April 3, 2008
 [Lensa VGI] Launching Rose Online - 2 April 2008 @ Forbidden City Resto

March 31, 2008
 [Lensa VGI] VGI Biker Forum Gathering @ Burger & Grill, Radio Dalam - 30 Maret 2008

March 28, 2008
 [VGI Labs] Logitech G5 Laser Gaming Mouse


VGI Podcast