3:10 to Yuma By blueshark Published: January 24, 2008 PrintEmail
Story Synopsis
Dan Evans merupakan veteran perang yang hidup bersama keluarganya di kota kecil Bisbee, wilayah Arizona. Dan memiliki sebuah peternakan dan sepetak tanah untuk gembala, ketika proyek kereta api Southern Pacific ternyata melintas tanahnya. Dan yang pincang karena perang dan sudah jadi penyabar, tidak seperti masa mudanya, harus seringkali mengalah ketika ditindas oleh mandor proyek itu. Hal ini menyebabkan Dan kehilangan wibawa di mata putranya, Will. Will seringkali membantah perintah sang ayah.
Suatu hari, sebuah kereta pembawa uang pekerja kereta api melintas di tanah Dan. Kereta yang dikawal ketat dengan Marshall bersenjata lengkap ini berhasil dirampok oleh gerombolan Ben Wade. Kejadian ini sempat disaksikan oleh Ben dan kedua putranya, dan mereka membawa Marshall Byron yang selamat ke Bisbee. Tak lama kemudian, Ben Wade yang tadinya berhasil mengelabui para Marshall di kota itu pun berhasil di tangkap di bar lokal.
Menangkap Ben Wade mudah, dan sekarang mereka harus menyelesaikan hal yang sulit: membawa Wade ke Pengadilan Federal di Yuma. Dan lalu menawarkan diri untuk membantu, dengan upah 200 dolar. Uang sebanyak itu cukup untuk menghidupi keluarganya dan membawanya keluar dari situasi keuangan yang sedang menimpanya. Will, yang terpesona dengan wibawa dan sifat Wade, lalu diam-diam menyusul mereka meskipun sebelumnya sudah dilarang oleh sang ayah.
Berbagai usaha ditempuh oleh rombongan yang terdiri dari 2 Marshall, seorang deputi, dan Dan, serta Will. Mereka harus mengelabui gerombolan Wade yang jelas ingin membebaskan boss-nya, melintasi daerah Indian agresif, dan berbagai halangan lain demi menuju kota Contention. Perjalan 3 hari itu demi mengantar Wade untuk diikutkan ke kereta militer yang berangkat dari Contention jam 3:10 sore menuju Yuma. Dan gerombolan Wade tentu tidak akan diam saja melihat boss-nya diborgol.
Overall
Sudah lama tidak ada film koboi yang bermutu. Film koboi terakhir yang saya tonton, Brokeback Mountain, membuat saya harus dengan kesal beranjak dari kursi bioskop meskipun filmnya belum sampai setengah jalan. Namun yang ini benar-benar membuat saya menikmati setiap adegan baku tembak di atas pelana kuda.
Akting Russell Crowe sendiri disini tidak mengecewakan. Dia bisa membawakan peran seorang gembong penjahat yang memiliki karisma seorang pemimpin, dan persona, serta memiliki pandangan tersendiri terhadap dunia. Meskipun penjahat yang kejam, dia tau kapan harus beraksi dan kapan harus diam saja meskipun dipukuli. Dan ketika dia beraksi, bisa dipastikan korbannya pasti tidak akan selamat.
Sedangkan Christian Bale yang memerankan tokoh Dan Evans, juga mampu meninggalkan kesan sebagai sosok ayah yang terpaksa harus menelan pahitnya hidup demi kelangsungan keluarganya. Meskipun hidup susah, dia tetap punya harga diri, dan tidak tergiur uang haram. Sebuah kenyataan pahit, karena hampir setiap Marshall di film ini ternyata 'kotor' - tidak semuanya, tapi hampir seluruhnya. Sedangkan tokoh Will sendiri cukup mewarnai tingkah laku dan watak sang ayah, karena Will-lah yang membuat Dan harus membuktikan diri sekaligus mengajarinya dan memberi contoh apa artinya dan bagaimana caranya menjadi laki-laki sejati.
Secara sinematografi, film yang mengambil lokasi syuting di Ranch Bonanza ini bisa dikatakan sebagai film koboi terbaik dalam jangka waktu tiga tahun terakhir. Di film ini akan mudah dilihat apa yang terjadi dan bagaimana pemandangan Amerika setelah perang saudara berkecamuk. Meskipun ini remake dari film dengan judul yang sama buatan 1957, versi 2008 ini lebih mampu memberikan gambaran tentang setiap adegan. Kita seakan-akan merasakan apa yang terjadi di tengah-tengah desingan peluru.
Satu-satunya kekurangan di film ini adalah di bagian akhir yang terasa agak janggal, karena pengembangan karakter serasa berjalan dengan agak aneh. Endingnya juga, agak mengecewakan meskipun bisa dibilang lebih masuk akal dibanding film bertipe One-Man Army.
Meskipun demikian, ini film yang patut dinikmati buat akhir minggu. Dua jam yang disajikan film ini terasa kurang jika kamu terlalu menikmati adegan baku tembak yang mengambil hampir sebagian besar film ini. This is a good wild west action movie, with good family value.