Menu


 Film Terbaru
Speed Racer


 Play-Asia.com

Search Play-Asia


VGI Podcast

 Berita Game Terbaru
GTA IV Terjual $500 Juta dalam Minggu Pertama

id Mengumumkan Pengembangan Doom 4

Xbox 360 Untuk Pasien Rumah Sakit Anak

Laporan Penjualan Game dan Konsol di Jepang Periode Akhir April

Ubisoft Membuka Studio Baru di Ukraina

Microsoft Menurunkan Harga Xbox 360 di Asia

Rencana Rilis Prince of Persia Terbaru

PSP Slim & Lite Bronze Edition Sudah Mulai Dipasarkan

Grand Theft Auto IV Akan Dikemas Dengan Playstation 3 40GB

Bundle Istimewa Alone in the Dark

Pengumuman Tanggal Rilis Midnight Club: Los Angeles

Judul Baru Silent Hill V: Homecoming

Vin Diesel Membintangi Game Action Midway: Wheelman

Mortal Kombat: Next-Gen Masih Dalam Proses

Game DS Laku Hingga 100.000.000 Kopi

Rilis Soul Calibur IV di Musim Panas

Pendaftaran ID Close Beta Idol Street Telah Dibuka

Censorit, Aplikasi Blokir Situs Untuk PSP

Update Terbaru Metal Gear Online

Polling: Grand Theft Auto IV

Rambo
By blueshark
Published: January 24, 2008
Print    Email

Story Synopsis

20 tahun sudah berakhir setelah John Rambo membantu para pejuang Mujahidin mengusir tentara Soviet di Afghanistan. Sekarang, John Rambo hidup menyendiri di daerah Thailand dan menjalankan semacam usaha perahu di sungai Salween. Sementara itu, di dekat perbatasan Thai-Burma (Myanmar), terdapat sebuah desa yang dihuni suku Karen yang sudah selama 60 tahun mengalami konflik dengan pihak Burma. Namun Rambo sudah lama tidak berperang, dan dia sendiri pun memilih untuk hidup menyepi. Hari-harinya dihabiskan dengan memancing, menangkap ular untuk dijual, dan kegiatan-kegiatan lain yang tidak ada hubungannya dengan kontak senjata. Dia seakan-akan tidak peduli lagi dengan perang, meskipun sering kali ada bantuan medis ataupun prajurit bayaran yang hilir mudik melalui jalur sungai yang menuju ke daerah perang itu.

Semuanya berubah ketika sekelompok misionaris bantuan kemanusiaan mencari John Rambo sebagai pemandu sungai. Sarah dan Michael Bennet menjelaskan kepada Rambo bahwa sejak tahun lalu, pihak militer Burma menggelar ranjau di sepanjang jalan darat menuju daerah itu, sehingga perjalanan darat menjadi hampir tidak mungkin. Mereka meminta Rambo untuk memandu mereka untuk menyusuri sungai Salween dan membawa mereka mengantar persediaan obat-obatan serta makanan untuk penduduk suku Karen. Setelah awalnya menolak untuk menyeberang ke Burma, Rambo akhirnya mau juga untuk membawa Sarah, Michael, dan para pekerja bantuan kemanusiaan itu.

Kurang dari dua minggu kemudian, pastur Arthur Marsh menemui Rambo dan memberitahukannya bahwa para pekerja kemanusiaan tidak kembali dan kedua belah kedutaan tidak membantu dalam menemukan mereka. Dia memberitahu Rambo bahwa dia juga telah menyewa tentara bayaran demi menyelamatkan para pekerja kemanusiaan yang ternyata sudah ditawan oleh tentara Burma. Sudah bertahun-tahun Rambo berhenti berperang, namun akhirnya sang veteran tahu apa yang harus dilakukan.

Overall

Sepanjang karirnya, Stallone sudah memberikan hiburan yang luar biasa bagi kita yang hidup di era 80 dan 90-an. Mulai dari Rocky, Rambo, Driven, D-Tox, Avenging Angelo, Demolition Man, hingga Shade. Kesuksesan Rocky Balboa di 2007 menjadi salah satu bukti bahwa aktor yang satu ini masih dicintai khalayak umum. John Rambo, film ke empat dari legenda veteran perang Amerika ini juga bisa jadi merupakan bukti lain bahwa sang aktor itu masih layak untuk berakting di layar lebar, meskipun usia sudah menggerogoti tubuh kekarnya. Di film ini, tidak ada lagi Rambo yang berlarian sambil telanjang dada, dia mengenakan kaos singlet hitam. Namun, ikat kepala masih bisa dinikmati khas ala Rambo. Usia Stallone yang saat ini mencapai 62 tahun memang terhitung sudah luar biasa jika kamu nonton film ini, karena berbagai akting disini rasanya mustahil dilakukan aktor kawakan manapun yang usianya sudah sedemikian tua.

John Rambo sendiri memiliki kisah yang sederhana, namun penuh makna secara etika dan politik. Inilah kisah seorang prajurit tua yang akhirnya harus mengabaikan sumpahnya untuk menghindari kekerasan, dan harus terjun kembali ke medan perang. Dan Rambo pun harus membalas kekerasan para tentara dengan kekerasan versinya sendiri yang tidak kalah kejam dan brutalnya. Berbagai adegan penuh darah bisa kamu lihat di film ini, dan 'ajaib' karena bisa lulus sensor, mengingat adegan-adegannya benar-benar berdarah. Lihat saja trailernya di halaman 2.

Akting Stallone sendiri sangat meyakinkan sebagai prajurit veteran yang sudah muak dengan kekerasan dan memilih untuk hidup menyendiri. Namun ketika dia beraksi, kamu masih bisa melihat kejayaan sang bintang dan sepak terjangnya yang tidak kalah dibanding masa mudanya dulu. Jika kekerasan saja yang kamu tangkap disini, maka kamu salah besar. Inilah perang, inilah kekejamannya, inilah pelanggaran hak asasi, dan inilah pesan yang dilemparkan film ini secara intrinsik. Bukan hanya dari perang saja, karena perang hanya asyik jika dilihat dari layar kaca - bukan dari balik tembakan senapan mesin atau siksaan prajurit musuh.

Secara umum, saya hanya bisa mengatakan bahwa film ini sukses membawakan dua hal, yaitu pesan moral tentang kekejaman perang, dan juga nostalgia dengan Rambo tempo dulu. American Supremacy? Yah, itu juga deh kalau mau sekalian dihitung, jadi ada 3 pesan. Oh ya, kalau kamu mau nonton film ini dengan fun, jangan pernah nonton bersama anak-anak, karena adegan di film ini terlalu brutal buat ukuran Indonesia secara umum.

VGI Rates: A

Overview

Director : Sylvester Stallone
Writers : Sylvester Stallone (written by)
: David Morrell (characters)
Release Date : 25 January 2008 (Indonesia / USA)
Genre : Action / Drama / Thriller
Tagline : Heroes never die.... They just reload
Duration : 93 min

Cast

Sylvester Stallone : John Rambo
Julie Benz : Sarah
Matthew Marsden : School Boy
Graham McTavish : Lewis
Reynaldo Gallegos : Diaz (as Rey Gallegos)
Jake La Botz : Reese
Tim Kang : En-Joo
Maung Maung Khin : Tint
Paul Schulze : Michael Burnett

Next Page: Official Trailer



Page 1 of 2 | Next Page »
- 1628 Views

View Comments (2)






Boleh[dot]Com

 GAX Episode 40

 Login Panel
Username:
Password:
Remember Me

Not registered?
Register now!

Forgot your password?


 Artikel VGI
May 9, 2008
 [Liputan VGI] Megaxus Press Conference Lineage II & Game Exhibition - 9 Mei 2008 @ Atrium Mall Kelapa Gading 3

May 5, 2008
 [Lensa VGI] VGI Wii + NDS Forum Gathering @ Rumah Mr. Kelly - 04 Mei 2008

May 2, 2008
 VGI NDS + Wii Gathering @ Rumah Mr. Kelly – 4 Mei 2008

April 30, 2008
 VGI Podcast - GAX Episode 39 - Tokusatsu

April 29, 2008
 Fitur Baru VGI: VGI Podcast

April 14, 2008
 [Lensa VGI] Electronic Sports World Cup 2008 (ESWC 2008) - 11-13 April 2008 @ EX Plaza Indonesia

April 7, 2008
 [Lensa VGI] NDS Gathering & Ngadu Game - 6 April 2008 @ Excelso Cafe, Surabaya

April 3, 2008
 [Lensa VGI] Launching Rose Online - 2 April 2008 @ Forbidden City Resto

March 31, 2008
 [Lensa VGI] VGI Biker Forum Gathering @ Burger & Grill, Radio Dalam - 30 Maret 2008

March 28, 2008
 [VGI Labs] Logitech G5 Laser Gaming Mouse


VGI Podcast