Cloverfield - Paramount Pictures By blueshark Published: February 18, 2008 PrintEmail
The Story Synopsis
Jason dan pacarnya, Lily, sedang mengadakan pesta perpisahan untuk adik Jason, Rob. Rob hendak pergi ke Jepang karena diangkat menjadi wakil direktur disana. Ketika pesta sedang meriah, datanglah Beth, TTM Rob. Yang bikin suasana jadi serba salah, Beth datang bersama cowok lain. Belakangan diketahui bahwa Rob ternyata sudah memiliki afair dengan Beth, namun tidak juga mengutarakan isi hatinya. Setelah Beth pergi usai perang mulut dengan Rob, Jason lalu mengajak Rob ke atap apartemen untuk berbicara ala abang-adik, disaksikan oleh Hud - kawan mereka.
Tiba-tiba terjadi ledakan di kejauhan disertai dengan guncangan mirip gempa, dan mereka pun kembali masuk ke dalam apartemen. TV dinyalakan, dan tampaklah kerusakan yang terjadi di dekat patung Liberty, namun belum tau sebabnya. Semua mengira ini gempa. Mereka lalu beramai-ramai ke atap apartemen untuk melihat dari sana. Tiba-tiba terjadi ledakan lagi dan serpihan ledakan terlempar hingga apartemen mereka. Semua orang panik dan turun ke jalan.
Lambat laun, di tengah kepanikan yang terjadi, mereka akhirnya mendapatkan berita di TV bahwa seekor monster raksasa sedang menyerang kota New York. Tak hanya itu saja, dari tayangan TV juga terlihat dari tubuh monster itu keluar monster kecil seukuran anjing yang menyerang semua orang. Tentara dengan sekuat tenaga mencoba menahan para monster dan mengevakuasi seluruh penduduk.
Ketika sedang proses evakuasi, Rob menerima panggilan telepon genggam dari Beth yang mengatakan bahwa Beth sedang tertimpa apartemennya. Rob bersikeras menyelamatkan kekasihnya, dan teman-temannya mengikutinya. Dan mulailah perjalanan mereka di tengah kancah perang antara makhluk raksasa dan monster-monster kecilnya, dengan para tentara yang sekuat tenaga menahan mereka sambil mengevakuasi seluruh penduduk New York.
Jenius! Itu yang bisa saya sampaikan kalau soal sinematografinya. Film ini mengambil sudut pandang gaya 'handy-cam'. Tau Blair Witch Project? Yah, kira-kira begitulah kelihatannya. Memang buat beberapa orang, gaya kamera ini bikin pusing. Tapi buat gamer yang biasa main FPS, kayaknya nggak deh. Terbukti dari nonton bareng Cloverfield kemarin, member VGI banyak yang bisa bertahan, walaupun ada juga yang mual-mual karena vertigo. Buat orang biasa, well, pengalaman saya sih emang banyak banget yang vertigo.
Dan bicara soal sudut pengambilan gambar kamera FPS ini, bisa dibilang style ini justru bikin pengembangan masing karakter di film ini jadi lebih kuat. Kita jadi lebih berasa ngalamin apa yang juga dialami oleh mereka. Banyak adegan disini yang bisa membuat saya menahan nafas, apalagi didukung oleh sound efek dan angle yang benar-benar terasa FPS.
Soal visual efek, nggak diragukan lagi kalo ini film punya efek visual yang keren banget. Dan nggak hanya itu aja, visual efek disini juga dimasukkan ke dalam angle FPS, jadi makin berasa kalo semuanya tampak nyata.
Dan kalau bicara soal cerita, well, saya cuman bisa bilang kalo memang ini film punya cerita yang sederhana. Seorang cowok yang pergi menyelamatkan wanita yang dia cintai dan belum sempat 'ditembak', di tengah kota yang lagi diserang sama monster raksasa dan monster-monster kecil. Jadi apa ini masuk film action? Nggak juga. Thriller? Jelas! Plot yang maju mundur karena Hud - si pemegang kamera - menimpa ulang kaset milik Rob ini juga nggak sembarangan, lho. Cerita yang campur aduk antara rekaman mereka ketika sedang berlari-lari di sepanjang kota, dengan rekaman yang ditimpa justru bisa membuka tabir kunci dari mana monster itu datang. Kalau kalian jeli, perhatikan baik-baik adegan 'pantai' di akhir film ini.
In the end, saya cuma bisa bilang klo Cloverfield punya segala jenis aspek yang bisa membuat saya menahan nafas, senang, takut, sedih, sekaligus ketawa. It is as if i was in the movie. Cuma sayangnya, segala jenis aspek ini hanya bisa dinikmati oleh orang-orang yang nggak mabok kalo nonton film gaya FPS. Kalau kamu mau nonton film ini, saya sangat nggak nyaranin bawa anak kecil, selain karena kisah action yang sebenarnya dilandaskan cinta orang dewasa, mostly anak-anak dipastikan vertigo kena angle FPS ini.