Iron Man - Paramount Pictures By blueshark Published: April 29, 2008 PrintEmail
The Prologue
Buat kamu yang senang sama tokoh superhero Marvel satu ini, filmnya sudah akan beredar minggu ini. Di US rencananya mulai ditayangkan pada 2 Mei, tapi di Indonesia malah lebih dulu ditayangkan. Rabu besok, kamu sudah bisa menikmati aksi superheroik dari Tony Stark. Saya patut bersyukur karena film Iron Man dibuat di era 2000-an, bukan di tahun 1968 ketika komiknya pertama beredar, atau di jaman 80-an ketika film-film superhero mulai dibuat. Ini tahun 2008, dan ini adalah era CGI. Bayangkan jika Iron Man dibuat tanpa CGI, dijamin lebih jelek daripada Captain America di tahun 80-an dulu. Iron Man sudah jadi tokoh superhero Marvel selama 40 tahun, and this is really a Marvel-ous movie.
The Story
Tony Stark adalah seorang milyuner jenius, visionaris, playboy dan juga peminum. Dia memiliki segalanya di dunia ini. Uang, perusahaan Stark Industries, dan wanita-wanita model yang siap antri untuk berbaring di ranjangnya. Sikap semau gue, egosentris, dan songong ini mulai berubah ketika Tony diculik ketika sedang mendemonstrasikan rudal Jericho di Afghanistan. Bukan untuk tebusan, para penculiknya menuntut Tony agar membuat rudal Jericho untuk mereka.
Tony yang terkena rudalnya sendiri ketika diculik, harus menerima nasib untuk selalu menggunakan alat di jantungnya agar serpihan rudal tidak ikut aliran darahnya ke jantung. Alat pelindung jantung itu dipasang oleh ilmuwan yang juga diculik oleh para gerilyawan. Tony yang dipaksa membuat rudal Jericho, bersama kawan ilmuwan itu, malah membuat baju tempur untuk kabur dari para penculik. Usaha kabur mereka berhasil, namun sang ilmuwan itu mengorbankan diri demi Tony.
Setelah berhasil kabur dari para penculiknya dan kembali ke US, Tony lalu mengadakan preskon untuk mengumumkan menutup pabrik senjatanya. Nampaknya pengalamannya selama menjalani penculikan membuatnya tersadar bahwa membuat senjata bukanlah cara bijak sebagai patriot. Dia pun mengembangkan baju tempur baru untuk merealisasikan impian barunya.
Sikap Tony menutup pabrik senjata Stark Industries membuat beberapa pihak tidak senang, dan pihak ini pun berencana untuk menghabisi sang jagoan.
The Trailer
Overall
Sebelum melihat film ini, saya sempat pesimis terhadap hype yang menyebar di kalangan VGI. Saya bukan fans sejati Iron Man, dan saya bahkan membenci Iron Man karena aksi Tony terhadap Bruce Banner / Hulk di komik Planet Hulk dan World War Hulk benar-benar membuat saya sebal terhadapnya. Tapi saya akui, ketika melihat film ini, saya benar-benar salah karena telah meremehkan Iron Man.Robert Downey Jr. yang memerankan Tony Stark tak hanya memberikan humor segar, tapi juga benar-benar menghayati perannya. Dia juga mampu membuat karakter Tony Stark berkembang dari seorang egosentris menjadi seorang humanis. Adegan ketika seseorang mengorbankan diri demi Tony benar-benar menyentuh.
Filmnya sendiri bergerak dengan fase yang cukup dinamis. Campuran antara action, komedi, dan drama yang menyentuh, semua berada dalam proporsi yang pas. Meskipun masih seperti film superhero lain yang gampang ditebak, semuanya berjalan seperti layaknya film laga superhero yang diinginkan para fans. Animasi yang digunakan hampir tanpa cacat, dan tentu saja kostum Iron Man benar-benar bikin saya selalu bilang anjr*t.
Iron Man bisa dibilang adalah superhero yang lain daripada superhero kebanyakan. Sebut saja Superman, dia adalah orang dari planet Krypton. Pendek kata, Superman jadi superhero karena emang dari sononya udah kuat. Lalu Spiderman? Well, Parker jadi superhero karena digigit laba-laba radioaktif dan mengalami semacam mutasi. Semua superhero jadi superhero karena memang sudah kuat, atau karena nasib yang jatuh dari langit. Beda halnya dengan Iron Man, dia jadi superhero karena penemuan dan usahanya. Mungkin superhero yang bisa disejajarkan dengan Iron Man dalam hal penemuan adalah Batman, namun itu cerita untuk bulan Juli.
Meskipun demikian, kisah Iron Man di film ini benar-benar sebuah campuran drama dan laga yang bagus sekali, yang juga dibumbui unsur humor. Saya sangat menyarankan film ini, meskipun bagian awal film ini bisa dibilang tidak sesuai untuk anak-anak, karena mengandung unsur womanizer ketika Tony belum "tobat". Dan juga adegan percintaan Tony dengan sekretarisnya terasa terlalu kompleks untuk dicerna anak-anak. Namun secara keseluruhan, ini film yang bagus sekali.
VGI Rates: A
Overview
Director
:
Jon Favreau
Writers (WGA)
:
Mark Fergus (screenplay)
:
Hawk Ostby (screenplay)
Release Date
:
2 May 2008 (USA) / 30 April 2008 (Indonesia)
Genre
:
Action / Adventure / Drama / Sci-Fi / Thriller
MPAA Rating
:
Rated PG-13 for some intense sequences of sci-fi action and violence, and brief suggestive content.