Apa yang sih yang sedang "in" sekarang didunia game? Sebagai gamer dan pemerhati teknologi, biasanya gamers Indonesia selalu haus dengan barang baru. Jadi sekarang barang barunya apa ya? Well, kue paling hangat dibicarakan saat ini adalah 3D, atau hiburan 3 dimensi.
Sepertinya kok segala hal sekarang yang berbau audio visual, kalau tidak 3D bisa dibilang enggak happening lagi? Contoh paling sederhana adalah film animasi. Sejak Toy Story pertama muncul di tahun 90an, semua studio animasi mengganti meja gambar mereka menjadi komputer paling baru, dengan 3D card paling mutakhir, serta mengganti pensil mereka dengan mouse pen.
Sekarang, kita bisa melihat kalau semua film animasi terakhir adalah film yang dirender yang 3D grafik. Bukan hanya film animasi bioskop saja loh, sekarang acara TV impor kalau enggak 3D, susah banget lakunya. Upin & Ipin contohnya, karya bangsa yang serumpun dengan kita ini, bisa sukses dipasaran karena ikutan "happening" dengan 3D dengan konsep yang masuk dengan budaya Asia Tenggara.
Ke bioskop? Sejak Avatarnya James Cameron, menonton film dengan kacamata 3D seakan akan menjadi kewajiban untuk film blockbuster terbaru. Walaupun para penonton harus merogoh koceknya lebih dalam untuk sebuah tontonan 3D tanpa teks, tetap saja film 3D adalah sebuah trend yang harus diikuti
Nonton 3D enggak perlu ke bioskop lagi, melainkan ke pameran hehehe...
Selanjutnya kita ke televisi. Kalau kamu dirumah belum punya LCD yang menclok di tembok, saya berani taruhan kamu pasti sekarang sedang bingung mau beli TV apa. Apa mau beli Plasma, LCD, LED, atau monitor yang support 3D? Semuanya bagus dan harganyapun turun terus. Buat yang budgetnya ngepas, mungkin enggak terlalu mikirin dan langsung go ahead membeli TV LCD ukuran 22" untuk pasang di kamar yang disambungkan ke komputer, antena UHF untuk nonton piala dunia, ataupun main game PS3 yang gamenya kamu sewa dengan sesama teman di VGI. Buat yang perfeksionis tapi budget terbatas bagaimana? Pasti bikin pusing.
Dalam waktu beberapa bulan, harga sebuah televisi LED turun terus, seperti yang terjadi pada beberapa waktu silam saat LCD menggantikan Plasma sebagai barang buruan terbaru. Plasma yang menyedot banyak listrik dan bermasalah dengan burn in membuat orang mencari LCD yang lebih tipis, irit energi, dan tahan lama. Sayangnya LCD memiliki kelemahan response time yang agak menganggu pada adegan cepat, apalagi untuk bermain games yang sensitif terhadap control input, seperti game fighting ataupun game musik. Gambar LCD juga kaku, dan sulit menampilkan warna hitam sesempurna Plasma. Nonton film yang membutuhkan layar dengan kemampuan warna natural masih membutuhkan Plasma sabagai monitor ideal. Pasarpun bergerak cepat untuk membereskan kelemahan tersebut.
TV gambar burem kok mahal? Ups, harus pake kacamata yak?
Sekarang kita kenal dengan teknologi LED, teknologi televisi terbaru dengan gambar yang natural dan sehalus Plasma, dengan teknologi canggih yang bisa membuat layar lebih tipis dari LCD, dan kekuatan yang sama! Para pemilik LCDpun mulai gerah dan berencana pindah ke LED. Tapi kok kayaknya enggak terlalu jauh ya upgradenya?
Tidak lama kemudian pengalaman 3D yang hanya bisa kita nikmati di bioskop pun bisa kita nikmati dirumah dengan teknologi LED yang support 3D. Walah, enggak ada habisnya ya? Jadi beli yang mana nih? Kalau bicara sekarang, saya belum punya jawabannya, semua tergantung selera, keinginan, dan tentu saja budget kamu. Kalau beberapa bulan dari sekarang? Tentu saja jawabannya adalah : 3D!
3D Gaming
Mei lalu di acara ultah VGI, seorang moderator VGI membawakan set LCD monitor dan komputer spek terbaru yang bisa menjalankan game secara 3D. Hari itu saya mendapatkan pencerahan mengenai game 3D. Berbekal kacamata 3D, saya melihat betapa indahnya 3D gaming yang seakan-akan membuka sebuah masa depan baru dalam gaming.
Perawan 3D, eh perjaka dong ya?
Saya saat itu sadar kalau 3D is the future. Kalau saya jadi Nintendo, Sony, ataupun MS, saya pasti akan berpikir keras bagaimana caranya bisa masuk ke 3D gaming secepatnya hingga bisa dibilang sebagai pelopor. Di E3 kemarin, kita semua tahu jawabannya.
Nintendo memperkenalkan 3DS yang menjawab tantangan yang belum sempat terpikirkan oleh para kompetitornya. NDSi yang sudah sangat laris tanpa embel-embel 3D, diupgrade dengan kemampuan 3D yang mengagumkan. 3D experience at the touch of your hand! Lagi-lagi Nintendo berhasil membuka gameplay ke level yang sangat berbeda. Salut banget!
3DS sedang menyala di E3
Saking hebat terobosan Nintendo tahun ini, yaitu dengan memperkenalkan 3D gaming tanpa perlu kaca mata, lagi-lagi console baru Nintendo memenangkan console terbaik E3 tahun ini. Tadinya saya pikir mungkin Nintendo akan mendapatkan sebuah hardware terobosan baru minimal 10 tahun lagi sejak Wiimote, ternyata enggak loh...
Tapi jauh sebelum itu, 3D gaming sudah ada di pasaran mulai di PC Gaming. Mulai dengan paket 3D yang ditawarkan bundling dengan monitor, hingga sekarang dimana kita hanya butuh mendownload software gratisan di internet dan membeli kacamata 3D mulai dari 15 ribu rupiah.
Ini nih racun 3D paling dahsyat!
Playstation 3 juga sebenarnya sudah berada di depan dalam hal 3D. Menurut Sony, Cell Processor di dalam PS3 yang sekarang kita bisa dapatkan seharga 2 jutaan itu, siap dengan kemampuan 3D hanya dengan firmware upgrade. Walaupun harus membeli sebuah TV baru untuk menikmati 3D Gaming di PS3 dengan maksimal, hal ini melegakan banyak pemilik PS3 yang khawatir harus membeli paket upgrade PS3 baru selain paket Playstation Move yang belum muncul juga. Dengan berita Sony bahwa pemilik PS3 bisa langsung menikmati hiburan 3D hanya dengan mendownload firmware terbaru, banyak helaan napas dan decak senyum yang terdengar di seluruh penjuru forum Playstation VGI.
Baru-baru ini kita mendengar hingar bingar salah satu pabrikan TV sedang mempromosikan TV LEDnya yang support 3D. Dengan banderol yang sebenarnya tidak begitu jauh dengan LED biasa, TV 3D ini dijual dengan kacamata 3D yang siap untuk digunakan seluruh anggota keluarga. Malah ada juga paket dengan Bluray Player yang support 3D, sehingga dalam paket tersebut ditambahkankan pula beberapa kacamata 3D untuk anggota keluarga yang lain. Bener-bener bikin ngiler sebenarnya, sayang saja harganya diperkirakan akan turun drastis seiring waktu.
Hingga harga TV LED yang support 3D turun, gamers sepertinya masih menunggu. Perkiraan saya tidak jauh dari sekarang pabrikan lainnya akan masuk ke 3D market dan membuat harga LED 3D TV berjatuhan. Jadi sebaiknya gamers menahan diri dulu ya. Teknologi 3D sudah didepan mata, hingga saatnya kita hanya bisa berharap semua pabrikan bisa menetapkan satu standard 3D yang mempermudah konsumen untuk memilih produk yang diinginkan.