|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||
The Wireless Era
This was a simple opening line for another late review… :P A controller review memang masih diperlukan oleh gamer manapun. Walaupun Nintendo Game Cube pemilikinya di tanah air bisa dihitung dengan jari (only an expression, fellas), controller WaveBird ini menjadi controller yang masih asing bagi pengguna Game Cube, termasuk saya sendiri…. Ceritanya adalah karena bulan lalu controller ungu original saya yang sedang dipinjam Kuro untuk main Mario Party 4 bareng-bareng, sementara saya yang sedang mau menamatkan Zelda Wind Waker bingung untuk mencari second controller. Tadinya saya mau membeli controller kabel biasa dan enggak minat dengan controller WaveBird karena hilangnya fungsi rumble pack (you need the rumble now and then you know), tapi entah kenapa rasa penasaran saya melebih kebutuhan rumble ^_^ , so I took the WaveBird instead. Nintendo selama ini bisa dibilang sangat jarang mengeluarkan first party peripheral. Kalau seingat saya… apa ya? Paling-paling paling that Scope gun buat SNES dan NES. Apalagi ya? Mungkin di jepang sana banyak kali. Tapi barang aneh ini awalnya mengejutkan saya juga karena umumnya controller wireless umumnya produk gagal semua. Masih ingat Madcatz infrared controller buat PS? Wah itu barang jelek banget, miring sedikit aja signal hilang, hoeekk! Nah tidak lama kemudian banyak sekali banyak merk aneh buat PS2, ini malahan semakin kacau… so now the Wave Bird wireless controller by Nintendo. What? Dari tahun lalu saya sudah membaca review di IGN kalau controller ini memang bisa digunakan hingga 20 feet, sampai ada foto pembuat artikelnya di loteng sementara TV nya ada di bawah ^_^. Sekarang giliran review di VGI Labs yang sedikit telat, heh heh…
WaveBird di VGI Labs Controller WaveBird yang saya dapatkan adalah versi US. Tempatnya di sebuah card semacam kalau kita membeli action figurenya McFarlane. I think it sucks! Untuk sebuah controller sekelas ini seharusnya Nintendo America can come up with better packing. Mungkin di Amerika sana umumnya tokonya sudah self service semua jadi packing controller ini bisa tinggal digantung dan konsumen tinggal ambil doang kali. Well, despite of the ugly packing, semuanya lengkap. Paketnya termasuk controller abu-abu muda yang gemuk (warnanya hanya satu macam, mirip dengan warna controller standar Nintendo 64, ‘member that?), RF transmitter, dan sepasang battery AA heavy duty merk Panasonic. Kita coba aja langsung ya? Setelah acara membuka packing yang sangat sulit (harus pakai gunting bukanya man), saya langsung membongkar battery Panasonic yang sudah ada dari sananya ini. Sebuah space pas-pasan ada dibelakang controller WaveBird ini. Kalau dibuka adalah tempat battery. Sepertinya Nintendo membuat design yang sangat baik. Posisi dinamo rumble pack sepertinya diganti oleh sirkuit RF.
Apakah yang dinamakan sirkuit RF? Radio Frequency (RF) adalah medium berupa gelombang FM yang digunakan sebagai pengganti kabel analog. Penggunaan frekuensi tinggi (FM) saya nilai adalah ide jenius karena selain memiliki data koneksi yang tinggi dan tidak memiliki masalah untuk melewati dinding atau barang penghalang lainnya. Teknologi ini jauh lebih baik ketimbang penggunaaan infra red yang memiliki tingkat koneksi data yang sangat rendah dan menuntut posisi yang selalu lurus yang menurut saya adalah sebuah ide buruk untuk controller apapun. Ide RF ini sebenarnya sudah pernah saya lihat pada teknologi nirkabel pada headphone Sony yang tiap harinya semakin memiliki suara mendekati kabel analog. Aplikasi nirkabel pada controller sebuah video game console sekali lagi adalah ide yang sangat hebat! Karena dengan gelombang radiolah kita bisa pindah kemana-mana tanpa harus ketakutan controller kita kehilangan signal. Selain koneksi yang stabil, gelombang FM memiliki frekuensi yang cukup panjang sehingga WaveBird memiliki hingga 16 channel yang bisa disetting setiap kita menambah controller untuk multi player mayhem (hmm dipikir pikir, berarti 4 port dengan multi tap hingga 16 controller mungkin?). Setting ini dilakukan pada transmitter dan controller sekaligus dengan menyamakan angka pada potensio RF pada keduanya. Mudah sekali.
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Articles
| News | Reviews
| VGI Labs | Forum
| About Us | Offline
Event | Goodies | Release
Dates | Advertisement
VideoGamesIndonesia
is a K&S media property. © 2002. All Rights Reserved.
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||