December 16, 2002 16:39

 

Kilas Balik Drum Mania, an Afterthought
By Rickel


Buat kamu yang mengalami lauching PS2 di tahun 2000 lalu, pasti pernah melihat atau sekedar mendengar akan mesin “drum buat di rumah” dari Bemani dan Konami ini. Kalau kamu masih bingung dengan kata Drum Mania, mungkin kamu akan lebih familiar dengan kata “Percussion Freak” Masih bingung juga? Yah anggap saja Drum Mania ini bentuk Drum dari Guitar Freak. Masih bingung juga Guitar Freak itu apa? Guitar Freak itu masih satu produsen dengan Dance Dance Revolution. Masih enggak tau juga DDR itu apa? Gue nyerah deh :P

Drum mania sebenarnya barang lama. Saya juga pernah mencobanya tahun 2000 lalu. Tapi pada saat itu game PS2 kebanyakan payah semua. Pada saat itu game bagus ada di DC, PS2 pun jarang saya sentuh (pada saat itu kita lebih tertarik untuk main Samba de Amigo). Drum Maniapun hanya saya coba “begitu-begitu” saja. And boy did I miss a great thing or what? Pada saat semua game PS2 mencapai puncaknya (sekarang), sayapun kangen dengan game simple yang


Arcade Percussion Freak alias Drum Mania di Amazone Carrefour

tidak terlalu mementingkan grafik (sampai sekarang saya belum membuka segel RE Zero yang ada di tas, shame on youuuu). Yang penting fun. Pilihan saya jatuh ke game ini.

Pemicu utamanya adalah mesin Percussion Freak yang ada di Amazone cabang Carrefour Lebak Bulus. Waktu menunggu bini belanja, saya menghabiskan sekitar 50 ribu untuk main game ini. Tadinya sih hanya iseng, eh akhirnya ketagihan kayak orang gila. Saya baru sadar kalau Percussion Freak (atau drum mania ver jepangnya) memiliki cara bermain yang persis sekali dengan drum asli. Jadi kalau kamu sudah mahir main Drum Mania, kamu silakan coba beli drum asli. Pasti langsung jago. Hehehe.


As you can see pada gambar (itu bukan gue lo), mesin ini besar sekali dan sangat menarik. Memang semua mesin mesin keluaran Bemani Konami ini sangat menarik untuk dimainkan. Semuanya memang memberikan angin segar baru bagi dunia arcade. Harga arcade jenis ini bisa dibilang selangit. Hingga 5 kali harga Arcade jenis Cabinet, yah misalkan Arcade Tekken 4 misalnya. Eh tapi masalah arcade ini akan saya bahas di lain waktu. Tunggu aja ya….

Back to my story…. Sayapun yang kerajingan Percussion Freak ini akhirnya mulai mencari pemilik Drum Mania PS2 yang sudah bosen. Enggak susah ternyata, di forum VGI sobat saya baru bernama Megadrive menjual dengan harga miring. Sayapun langsung membelinya (thanks for those Cadbury Flakes man! You’re the best! :P). Tidak lama kemudian si Kuro juga kepingin punya katanya (maklum baru dapet THR semua huehuehehe), lalu teman saya di Indogamer ternyata juga ada yang mau jual. Akhirnya kita punya dua. Yang satu dibawa pulang oleh Kuro, dan yang kedua saya pasang di Kenop agar semua orang bisa coba. Dan ternyata yang tertarik dengan alat ini banyak sekali. Saya sih tadinya ogah ngejual tapi ada 1 teman saya yang merengek rengek minta membeli. Setelah bicara dengan Kuro akhirnya kami melepas satu dengan harga yang cukup fair. So now kita hanya punya satu (dan masih banyak yang ingin membeli… :P).

Sebelum saya cerita mengenai drum pad ini, saya mau cerita dulu tentang drum mania di jepang yang ternyata GAGAL TOTAL. Menurut rekan VGI yang ada di Jepang, Drum Mania versi rumah sangat gagal di pasaran karena harganya yang sangat mahal. Pada saat baru release, alat ini dibanderol dengan harga 13800 yen sebelum tax. Kalau dirupiahkan sekitar 1,2 juta sebelum biaya kirim. Mahal banget kan tuh? Tapi kalau dilihat dari gameplaynya saya rasa siapapun akan jatuh cinta. Lalu kenapa bisa gagal ya? Setelah saya pikir pikir, kemungkinannya sih begini :

1. Gamer jepang lebih cenderung menyukai game RPG ketimbang game musik. Lihat deh DDR yang lebih meledak di US dan Korea ketimbang di Jepang sendiri.
2. Harga terlalu mahal (harganya sepertiga dari console PS2 pada saat launch)
3. Pada saat itu para gamer lebih graphic oriented ketimbang gameplay oriented. Maklum deh soalnya next gen console masih hot hotnya (ingat game-game yang isinya hanya pamer gambar doang seperti Fantavision?).

Jadi sekarang kalau kita ke Jepang danmembeli baru, Drum Mania set sudah tidak ada karena Konami sudah stop memproduksi. Lain halnya dengan Guitar Freak dan Para Para Paradise yang lumayan laku. Alat ini selain karena besarnya (EMS Jepang tidak memperbolehkan mengirim alat ini lewat udara karena kebesaran. Believe it or not. Jadi kalau mau beli harus hand carry). Jadi kamu kalau mau beli harus mencari di toko second hand dan meminta tolong rekan kamu yang mau pulang ke Indo. Tapi itu juga kalo dia mau hand carry lo. Gede banget soalnya.


The Drum Pad Set

Kalau kamu bongkar set dari Drum Mania ini, kamu akan kedapatan 1 set Drum Pad yang ukurannya sekitar 1 meter dengan 5 pad didalamnya yaitu biru muda, kuning, hijau, merah, dan biru tua (padnya enggak berwarna, warna pada perintah pada gameplay). Selain itu ada sepasang drum stick (terbuat dari plastik, beda dengan versi arcadenya yang terbuat asli dari kayu, ya kalo elo mukul pake kayu ya ancur aje loe maen 1 jam :P), satu set manual, kaki drum, drum holder, dan satu bass drum yang ditaruh di bawah untuk kaki kanan.

 

VideoGamesIndonesia is a K&S media property. © 2002. All Rights Reserved.