Grand Theft Auto IV Ditarik Peredarannya di Thailand By LeeYunRain Published: August 5, 2008 PrintEmail
Sebuah kasus tindak kriminal lagi-lagi terjadi dan GTAIV kembali dipersalahkan atas kejadian tersebut. Pada kejadian kali ini yang telah terjadi di Thailand, seorang murid SMU tengah berada dalam tahanan setelah merampok dan membunuh seorang pengemudi taksi berumur 54 tahun.
Polwat Chino, tersangka atas kasus perampokan dan pembunuhan tersebut, memberitahukan kepada polisi bahwa ia “hanya” ingin mencoba sesuatu yang biasa ia lakukan di game pada kehidupan nyata. Menurut Veeravit Pipattanasak, kepala polisi yang menginvestigasi kasus tersebut, game yang Chino maksudkan tiada lain merupakan game yang selama ini telah cukup banyak mengundang kontroversi, Grand Theft Auto IV.
Sementara ia berada dalam tahanan, Chino juga menyebutkan bahwa ia membutuhkan uang yang lebih banyak untuk memainkan game tersebut karena orang tuanya hanya memberikannya uang saku sebesar 100 baht per hari, yang ia rasa tidak cukup. Ia menambahkan, “Saya sudah cukup bosan bertengkar dengan mereka. Mereka adalah pegawai negeri sipil dan tidak menghasilkan uang yang memuaskan.” Chino juga mengakui bahwa ia tidak bermaksud untuk membunuh pengemudi taksi tersebut. Namun, ia memutuskan untuk menusuknya hingga mati saat korban tersebut melakukan perlawanan. Meskipun begitu, polisi mengatakan bahwa remaja itu tidak menunjukkan masalah pada kejiwaannya dan kedua orang tuanya juga menyebutkan bahwa Chino selama ini dikenal sebagai anak yang sopan dan rajin.
Karena kasus yang bersangkutan, maka distributor game di Thailand pun menghentikan penjualan game tersebut dan menarik semua persediaannya yang telah beredar di toko-toko game. Dengan demikian, kejadian ini semakin menambah daftar tindakan kriminal yang terjadi dikaitkan dengan game penuh kontroversi ini. Lagi-lagi, mengapa game yang harus kembali disalahkan?