3 hari bersama Tantra By admin Published: October 14, 2004 PrintEmail
Day 1
Setelah mengecap RYL selama beberapa lama, saya jadi ingin tahu bagaimana game itu dibandingkan dengan game ini. Dengan engine grafik yang 3D juga, cukup menarik untuk membandingkan kedua game ini. Akhirnya CD beta test berada di tangan saya dan saya langsung terjun ke dunia Tantra.
Pada menu awal, terdapat sebuah halaman sambutan dari tim GM Tantra. Setelah itu, seperti biasa saya memasukan user name dan passwordnya di menu loginnya. Tapi kok enggak ada opsi untuk menyimpan user name yah? Yah, masalah kecil.
Oh, servernya hanya satu?
Ini juga hanya server sementara. Setelah closed beta, server ini akan ditutup dan 2 buah server baru akan dibuka.
Langsung pada bagian pembuatan karakter baru.
Dari info yang saya dapatkan, terdapat 8 suku, jadi terdapat 8 jenis karakter dengan perbedaan status dan skill. Hmmm, ternyata dari 8, 4 pria dan 4 wanita.
4 dari 8 suku yang tersedia
Aih, lebih banyak lagi karakter wanita yang dimainkan pria.
Tapi apa bedanya yah?
“Suku Naga mempunyai daya tahan berlari dan daya serangan yang baik.”
Melihat posturnya saya pikir suku ini adalah yang paling maskulin dan paling kuat. Agak bingung kok malah punya daya tahan berlari.
Hmmm, bedanya apa yah? Lihat statusnya berbeda-beda sih setiap orangnya. Saya tidak bisa mendapatkan gambaran yang pas untuk setiap suku dari deskripsi yang disediakan.
Yah, standarlah, saya akan pakai karakter pria. Tapi yang mana yah?
Wuhu! Bishonen aja dah! Suku Ashura! (Namanya juga keren sih hehehe)
Sip sip. Ok, design muka, ooh, ada 5 pilihan muka dan 5 untuk rambut. Lumayan. Yah, pilih standarlah. Lagian muka ini rada mirip sama Gackt (Penyanyi kesohor dari Jepang).
Ada karakter game Tekken nyasar ke Tantra
Lalu saya juga dapet 7 Chakra Point, tampaknya sama dengan status point. Saya sebarkan sesuai dengan status perbandingan yang awal deh. Jadi Nerve paling besar, walau saya masih belum tahu Nerve itu untuk apa.
Mungkin ada hubungannya dengan ‘strategi' yang digembor-gemborkan pada bagian deskripsinya.
Yah sudah lah.
Oooh nama? Gak usah susah-susah lah. Yang paling sesuai dengan avatarnya lah.
Ok, saya sudah terjun ke dunianya.
Oooh, tutorial, sangat membantu sekali. Setelah tutorial selesai, kita juga langsung diberi quest sederhana. Saat ini saya harus mencari item dan jual di NPC. Tutorial ini sungguh menjelaskan dengan detail interface dan cara bermain game ini.
Ok, mereka yang sudah biasa dengan game RPG 3D PC mungkin tidak akan memiliki masalah. Interfacenya cukup standar tapi game ini memiliki fitur yang menarik. Game ini bisa auto target ke musuh yang terdekat. Setelah di target, cukup menekan satu tombol lagi, maka karakter kita akan menyerang target tersebut. Lalu item bisa kita kumpulnya hanya dengan menekan 1 tombol saja.
Kolom hot key. 1 auto target, 2 attack, 3 pick up item dan 4 untuk rest.
Wow! Efisien sekali, hunting hanya perlu menekan 3 tombol saja dan tidak perlu menyentuh mouse. Serasa mudah sekali hunting dan hunting juga terasa cepat karena battlenya cepat sekali.
Ok, g hunting dulu. Tapi, eh kok, karakter saya bisa target monster yang sedang dipukuli orang lain? Wah, jadi gampang nyampah deh. Bisa saja sih saya hunt di tempat yang kurang ramai. Tapi hal ini bisa menjadi alasan menyampah. Setelah di tes, ternyata hampir tidak ada penalti dari menyampah loh. Semoga kekurangan ini bisa dibetulkan pada update berikutnya.
Thx kk Janet ^^
Tak lama hunting, saya mendapatkan armor. Masih tidak diketahui jika drop rate game ini sudah standar atau dinaikkan dari normalnya. Oh well, akhirnya, kesempatan untuk mencoba memasang armor.
Terlihat di screen shot, armor mengubah penampilan karakter kita.
Sebelum (Window kiri) dan sesudah (Window kanan)
Sayangnya, tidak semua equipment bisa terlihat di karakter kita. Seperti pada screen shot ini, saya mendapatkan belt yang tidak memiliki perbedaan pada penampilan karakter saya pada saat dikenakan.
Sudah terpasang, tapi tidak ada bedanya
Saatnya untuk memeriksa status window saya karena saya baru saja naik level.
Ah, saya dapat bonus 5 chakra point untuk saya sebarkan semau saya. Mungkin akan dapat lebih banyak lagi pada level-level yang lebih tinggi, tapi masih belum saya ketahui.
Ada 'Kasta', 'Karma'. Opo iki?
Dan di status ada status yang tidak saya mengerti gunanya. Trizen? Aswiram? Oh, istilah-istilah Sansekerta ini ternyata membingungkan. Dan saya baru sadar, kok tidak ada akurasi yah?
Lihat perlengkapan saya, ternyata armor dan senjata ada kekangan/syarat juga. Bedanya, seperti terlihat di dagger ini, masih bisa karakter saya gunakan, tapi potensinya dibatasi karena level yang masih rendeh. Menarik juga.
Minimum lvl 6. Jika tidak, setengah dari efektifitasnya
Skill, oh iya, skill.
Sekarang saya level 3 dan ternyata dapat 3 skill point. Tampaknya kita mendapatkan 1 skill point untuk setiap kenaikan level. Tapi saya taruh di mana 3 skill point ini?
Masih bingung
Ternyata window skillnya ada 3 tab; Attack, Archery dan Support. Suku ini bisa support juga? Ah, saya coba untuk konsentrasi di skill attack saja. Hmmm, skill treenya panjang juga. Tapi skill treenya baru bisa saya telusuri setelah level 10. Dan terdapat mastery untuk sword dan dagger. Karakter saya saat ini menggunakan pedang, yah, saya investasikan di sword mastery saja.