Menu

Add your banner here

 Login Panel
Username:
Password:
Remember Me

Not registered?
Register now!

Forgot your password?

Add your banner here

VGI Podcast

 Berita Game Terbaru
Halo ODST Menghadirkan Fitur Open World, “Reach” Kemungkinan Menggunakan Natal

Tetsuya Nomura Mengenai Kingdom Hearts 3

Jumlah Gamers Perempuan Mengalami Peningkatan

PS3 Slim dan Potongan Harga Dirumorkan untuk Musim Gugur?

Handheld Sega Hadir Kembali

Sony Dikabarkan Memulai Pengembangan Produk Baru "Ponsel-PSP"-nya

Aksesoris Terbaru Untuk Nintendo Wii

Controller untuk iPhone?

Modern Warfare 2 tanpa embel-embel Call of Duty

ZeniMax Media mengumumkan akuisisi terbarunya

[Wii] Baroque - Atlus - RPG
By LeeYunRain
Published: April 24, 2008
Print    Email

Story 7,5

Loe berperan sebagai seorang tokoh jagoan yang terbangun di dunia lain, dunia yang tidak pernah loe kenal sebelumnya. Loe kehilangan ingatan dan nggak bisa bicara, kemudian loe ketemu sama seorang Archangel yang bilang kalau loe harus pergi ke dasar Neuro Tower untuk menebus dosa yang sama sekali nggak loe inget. Seiring dengan jalannya game, maka loe bakal menemukan ingatan loe dan tahu dosa apa yang udah loe perbuat. Jalan cerita yang kayak gini otomatis bisa bikin loe penasaran buat mainin dan cari tahu jalan cerita selanjutnya. Atlus emang selalu punya ide keren dalam mengembangkan cerita dari game-gamenya. Yang agak disayangkan, cara membawakan cerita dari game ini masih sering bikin bingung.


Gameplay 7

Di game ini, loe bakal dihadapkan dengan gameplay ala Chocobo’s Dungeon gitu, dimana loe harus menjelajahi lantai demi lantai dari suatu dungeon. Meskipun setting dungeonnya keliatan membosankan, tapi semakin lama loe main, tingkat kesulitan dungeon itu pun bakalan makin sulit dan bikin game ini jadi menarik. Penampilan loe juga bisa berubah tergantung dengan equipment atau weapon yang loe pake. At least, loe gak akan bosan-bosan amat ngeliat tongkrongan karakter loe. Loe juga bisa bereksperimen dengan sekian banyak variasi item dalam game ini, fitur unlocking bermacam reward kayak sound, cutscene dan sebagainya juga cukup menarik. Yang agak bikin ngebetein itu pas loe tau kalo level yang udah loe naekin susah payah, ternyata cuma bersifat temporary, jadi loe harus ngulang dari level 1 lagi begitu loe masuk dungeon untuk yang kedua kali. Kontrol dari game ini juga agak kurang (mungkin bekerja lebih baik di PS2?), pergerakan analog di nunchuk terasa kaku dan sering bikin miss kalo belom biasa dengan kontrolnya.


Graphic 5

Grafik dari game ini masih kurang banget. Untuk ukuran konsol next-gen kayak Wii, seharusnya Baroque bisa jadi game dengan grafik yang lebih bagus daripada game PS2. Environment di sekitar loe juga terasa membosankan banget, dimana loe harus keluar-masuk dungeon yang backgroundnya cuma gitu-gitu aja. Karakter-karakter yang ada juga keliatan kurang hidup, seperti karakter utama loe ini. Meskipun lagi di dalam sebuah cutscene, dia tetep aja keliatan kaku dengan tampilannya dan gak ada ekspresinya. Kamera dari game ini juga masih kurang dinamis, agak mengganggu penglihatan loe dan itu yang sering bikin maen jadi nggak nyaman. Fitur zoom lebih dekat ke muka NPC juga terasa nggak berguna, desain karakter-karakternya kurang menarik, so buat apa juga nge-zoom lagi?


Sound 7

Untuk urusan sound, Atlus menciptakan soundtrack-soundtrack yang khas buat gamenya. Game ini juga punya BGM yang cukup mendukung suasana dalam game, cuma sayangnya Atlus belum menampilkan suasana yang mendukung tersebut secara keseluruhan, karena nggak semua bagian dari game ini diiringi dengan BGM yang punya karakter kuat. Jadi, di beberapa bagian itu agak terasa hampa. Buat developer game sekelas Atlus yang udah nyiptain RPG sekeren Ogre Battle/Tactics Ogre dan Persona, harusnya unsur BGM nggak boleh ada yang miss.


Editor’s Tilt 6,5

Game ini kayaknya kurang disarankan buat gamer-gamer yang nggak suka dengan genre semacam ini. Gameplay yang terasa monoton, setting yang membosankan dan grafik yang kurang memuaskan, bisa jadi alasan utama yang bikin males buat maenin game ini. Tapi buat gamer-gamer dan para fan Atlus yang suka dengan genre semacam Chocobo’s Dungeon ini, kayaknya game ini boleh dicoba. Seiring dengan perkembangan perjalanan loe, game ini bakal terasa lebih mendingan daripada sebelumnya. Untuk storyline, perkembangan cerita bakalan bikin loe ngerasa lebih penasaran dengan kelanjutannya. Pengembangan cerita inilah yang bisa ngasih nilai lebih buat game yang satu ini. Buat gamer yang kurang sabar, kayaknya juga nggak disarankan buat main game ini. Yang sebagian besar perkembangan gamenya baru kelihatan di kedepannya. Penilaian lebih lanjut? It’s up to you, guys.

Total Score 6,5

- 1862 Views

View Comments (1)



 Facilities

Enjoy our facilities, just for Gamer Indonesia!

RSS Feeds
Widget for Mac
Video Podcast

 Artikel VGI
June 30, 2009
 Berita Game Domestik Edisi Juni 2009 - Libur telah tiba!
 Informasi Seputar Drift City Online
 [Lensa VGI] Press Conference Drift City Online

June 26, 2009
 R.I.P Michael Jackson, ulasan VGI mengenai ikon musik dunia dan Video Games

June 25, 2009
 Editorial VGI Juni 2009 - Sudah bukan jaman PlayStation lagi?
 Info terbaru Sony PSP Go

June 19, 2009
 [Lensa VGI] Press Conference Point Blank @ STC Senayan

June 17, 2009
 [Lensa VGI] Turnamen Guitar Hero World Tour

June 9, 2009
 [Lensa VGI] Nonton FFVII: ACC Bareng HotGame

May 31, 2009
 Berita Game Domestik Edisi Mei 2009

May 25, 2009
 [Lensa VGI] Signing Ceremony Pandora Saga Online @ STC

May 20, 2009
 Editorial VGI Mei 2009 - Hobi Sebagai Mata Pencarian?

April 30, 2009
 Berita Game Domestik Edisi April 2009

April 27, 2009
 [Lensa VGI] Press Conference Hello Kitty Online @ Club XXI, Djakarta Theatre

April 21, 2009
 Official Press Release: PlayCircle.Net

April 20, 2009
 Editorial VGI April 2009 - Pemilu 2009

March 31, 2009
 Berita Game Domestik Edisi Maret 2009
 VGI Event Report – VGI Tournament Seven: Street Fighter IV

March 30, 2009
 [X360 Buyers Guide] 10 game Xbox 360 yang harus kamu beli
 [Lensa VGI] 1st Anniversary Master of Fantasy Online @ Ayola, Mangga Dua Square


VGI Podcast