(360) Gears of War - Epic Games - Action Shooter By admin Published: December 15, 2006 PrintEmail
Graphics 10
Marcus Fenix, seorang anggota dari Delta Squad bersama teman-temannya, membela manusia di sebuah planet bernama Sera dari serangan Locust Horde, sebuah kumpulan monster (yang mirip sekali dengan Nemesisnya RE).
Tentang game ini.. hmm gimana ya... Kalau saya bilang game ini adalah game grafik terkeren yang pernah saya lihat di sebuah console game apakah itu berlebihan? Iya berlebihan sih. Tapi kalau bener bagaimana dong? Hehehe...
Kalau kamu cukup beruntung seperti kami untuk mencoba Gears of War di layar High Definition maksimal hingga 1080i, mungkin lagu "WE ARE THE CHAMPIONS" nya Queen akan terngiang-ngiang di kuping kamu tiba-tiba. Weh, siapa tuh yang nyanyi? Tidak ada kok. Freddy Mercury sudah tiada, tapi kenapa kamu tiba-tiba berasa seperti sejuta dollar?
Delta Squad
Grafik GOW adalah yang terbaik di kelasnya. Semua hal tentang game ini (khususnya grafik) adalah bukti, kalau developer game Amerika sudah harus membuat para developer Jepang khawatir, karena game ini bagussss sekali. Kalau kamu mau melihat console next gen itu kayak apa sih, game ini bisa jadi patokan betapa kita sudah berada di era baru Video Game.
Dari awal game ini diperlihatkan di E3 tahun 2005 lalu, tanggapan orang selalu "yeaaa rite.. paling-paling bohongan kayak killzone nya PS3..." tapi ternyata tidak. Game ini berjalan sempurna pada resolusi 1080i dan refresh rate 60Hz.
Game bergerak dari gedung ke gedung. Kota-kota yang ada mengingatkan kita dengan game Devil May Cry, futuristik, tapi sangat detail. Kalau di DMC semua background hanyalah tekstur, kali ini kita disuguhkan dengan background polygon dengan tekstur benar-benar jelas. Efek ledakan, api, asap, juga diperlihatkan oleh 360 dengan sempurna.
Mengenai karakter, jagoan kita terlihat sangat sangar dengan baju armor yang mengkilap. Wajah karakter-karakter pada game ini sangat detail hingga urat-urat dan bulu-bulu (hiii) yang akan membuat kamu terpana. "Ini FMV apa real time sih?" Snap out of it man, ini real time kok. Memang terlalu keren untuk dipercaya.
Its real time baybeh!
Senjata jagoan kita juga terlihat sangat detail. Saking detailnya, semua senjata yang kamu bawa bisa dipasang dibelakang karakter kita. Jadi karakter kita tidak menyulap hilang senjatanya entah kemana. Karakter kita memiliki 2 pistol utama, satu slot untuk granat, dan satu slot untuk small gun. Ketemu pistol? Buang yang lama, dan pasang yang baru. Tidak terpakai? Taruh pistolnya dibelakang, crekk! Keren.
Game Play 9.5
Game ini mengingatkan kita dengan Kill Switch dan Resident Evil, hanya saja game ini memiliki gameplay teamwork, dan grafik yang jauh lebih keren. Dengan menggunakan engine Unreal 3, Epic Games membuat game game ini run really smooth dengan gameplay yang adiktif! Kamu tidak akan berhenti main hingga tamat.
Suatu fitur yang menjadikan game ini sangat fun dimainkan dengan teman di XBox live. Fitur coop memungkinkan kamu memanggil teman kamu di stage manapun untuk bermain bersama melewati satu stage. Strategi dengan teman bisa kamu bicarakan secara langsung lewat headset lewat XBox live.
Marcus Fenix
Dengan tombol A kamu bisa melakukan banyak hal. Seperti ngumpet dibelakang batu, meloncati batu, berpindah sisi (ini keren abis), dan maju sambil menunduk (komplit dengan efek kameraman yang mengikuti dari belakang, mirip banget dengan aslinya).
Selain senjata mesin dan shotgun, ada senjata yang sangat keren dinamakan Hammer of Dawn yang kamu gunakan untuk melawan monster besar. Pistol ini tidak mengeluarkan peluru, tapi menjadi GPS aim weapon yang akan memberi lokasi bagi satelit untuk menembakan sinar dari atas atmosfir. Kerennn...
Di XBox live ada fitur bermain bersama. Kamu bisa memilih menjadi Delta Squad atau menjadi Locust. Di antara team kamu bisa membahas strategi secara real time lewat head set.
Untuk jadi host di XBox live, gamer Indonesia sepertinya belum bisa. Saya menggunakan koneksi Indosat bareng-bareng dengan teman saya di VGI, tetap saja terjadi lag (tidak parah sih, tapi karakter kamu seakan-akan warp kesana kesini, eh itu parah ya namanya ^^). Hal ini mungkin dikarenakan grafik Gears of War yang sangat detail. Saya mencoba menjadi host di Call of Duty 3 bisa saja tuh.
{mospagebreak}
Sound 7.5
Sound game ini adalah faktor yang paling lemah. Musik dan OSTnya terdengar biasa-biasa saja. Suara monster terdengar mirip dengan suara Resident Evil 4. Suara paling keren adalah pada saat jagoan kita mengeluarkan gergaji untuk membelah musuh, tapi lagi-lagi mirip dengan perempuan gila yang membawa chainsaw di Resident Evil 4. Sisanya terdengar cukup baik, but its been done before.
Bai mi yu wont bi sori
Lagu pada trailer Gears of War di XBox live keren banget padahal. Tapi pada saat gameplay masih terjadi kekosongan disana-sini. Dengan grafik dan design yang keren banget harusnya Gear of War memiliki sound yang lebih keren.
Longevity 9
Gameplay Gears of War memiliki nilai yang tinggi. Dengan sistem co op dan upgrade dari XBox live kamu tidak akan bosan memainkan game ini sampai kapanpun (kecuali GOW 2 sudah keluar tentunya).
STARSSS ..... eh bukan ya? ^^
Editor's Tilt 10
Saya suka sekali dengan game ini. Game ini adalah alasan utama kenapa saya membeli XBox 360. Di Amerika, GOW laku 1 juta kopi hanya dalam 2 minggu. Di XBox live game ini menjadi game favorit dengan menendang Halo 2 dari singasana. User XBox Live pun naik 80% pada saat game ini keluar November lalu.
Kalau kamu belum punya XBox 360 dan tidak percaya dengan kekuatan 360, sebaiknya kamu mencoba melihat game ini di layar hidef. Pasti kamu akan berpikir untuk membeli 360. Tidak percaya? Percaya dongg...