Fitur lainnya dari God of War yang cukup jelas ditemukan pada game ini, yaitu dengan hadirnya QTE yang akan muncul pada kondisi-kondisi tertentu, seperti misalnya pada saat akan melakukan instant kill pada musuh-musuh tertentu, termasuk boss. Sayangnya, variasi combo di game ini bisa dibilang cenderung cukup terbatas, meskipun jurus-jurus dari senjata yang ada terhitung cukup banyak. Pergerakan War pada saat melakukan combo cukup dirasa kurang se-variatif Bayonetta atau Devil May Cry yang memungkinkan kamu untuk menghasilkan hit sebanyak mungkin. Dan sebagai salah satu dari horsemen, rasanya akan agak ganjil apabila game ini nggak menghadirkan kuda dari sang penunggang kuda. Ruin, kuda kesayangan War, akan bisa kamu pergunakan pada nantinya sebagai tunggangan.
Graphics 7
Darksiders menggambarkan setting dunia yang telah dilanda kiamat. Meskipun begitu, tidak sepenuhnya menjadikan game ini sebagai game dengan setting yang senantiasa gelap. Ada kalanya kamu menemukan warna-warni yang agak berbeda dari satu tempat ke tempat lain, walaupun nuansa suram memang mendominasi di seluruh tempatnya. Kualitas grafis secara teknis dirasa cukup relatif. Detil dan tekstur ada kalanya kelihatan agak mengecewakan, namun ada kalanya juga terlihat baik pada bagian-bagian tertentu. Visualisasi CG bisa dibilang cukup oke, dengan desain-desain karakter yang jelas bergaya graphic novel ala Amerika. Karakter War yang bertubuh besar dengan pakaian yang mungkin akan memberi kesan seolah-olah berasal dari game DotA, lalu iblis-iblis dan makhluk-makhluk mengerikan yang khas dengan ilustrasi gaya Barat. Ada kalanya pula sejumlah permasalahan pada teknis grafis bisa kamu rasakan berupa adanya tearing pada saat perpindahan bagian, dan juga slowdown pada bagian tertentu.
"A whole new world..."
Sound 6,5
Berbicara mengenai kualitas suara pada game ini, sejumlah background music dan sound effects dirasa cukup umum, alias kurang meninggalkan kesan. BGM yang standar dan efek-efek suara yang memang terdengar sebagaimana harusnya. Salah satu aspek yang cukup mendapat nilai baik terletak pada voice acting yang dibawakan dengan cukup pas. Sebagai salah satu voice actor sekaligus yang paling menonjol disini adalah Mark Hamill, yang mungkin suaranya masih belum terlalu lama kita dengarkan lewat aksinya sebagai Joker di Arkham Asylum.
"Shoryuken!! Berhasil... Berhasil... Hore!!"
Longevity 7
Ide cerita yang menarik kiranya cukup membuat gamers ingin mengetahui kelanjutan dari petualangan War. Sejumlah tempat yang kamu jelajahi akan memiliki nilai eksplorasi yang cukup tinggi di dalamnya, memungkinkan kamu untuk berputar-putar di satu tempat, memecahkan puzzle, mengalahkan musuh-musuh, sebelum pada akhirnya kamu bisa berpindah ke lokasi lain sekaligus melanjutkan alur cerita dalam game ini. Jadi, durasi dari game ini bisa diperkirakan terhitung cukup panjang untuk diselesaikan.
Editor’s Tilt 6,5
Darksiders merupakan sebuah game dengan aksi hack & slash yang sebenarnya cukup asyik untuk dimainkan. Gameplay yang kental dengan gaya God of War, aksi yang memberikan guilty pleasure tersendiri di dalamnya dengan tema cerita ala Barat yang cukup menarik untuk disimak. Sayangnya, Darksiders kurang mempunyai sesuatu yang segar di dalamnya dan masih disajikan dengan kualitas visual yang kurang maksimal. Meskipun terhitung minim akan inovasi, kayaknya nggak ada salahnya juga bagi para penggemar action-adventure untuk memainkan game satu ini. Gameplay ala God of War di dalamnya telah menjadi standar untuk game bergenre semacam ini sekarang. Hanya saja, kayaknya butuh lebih dari sekedar perpaduan antara God of War dan Zelda untuk menghasilkan sukses yang maksimal bagi game ini. Tema cerita yang cukup berpotensi, namun masih kurang dimaksimalkan. Sama halnya dengan kualitas visualisasi yang masih jauh dari kata sempurna. Akan tetapi, mengingat bahwa game ini dirilis pada momen dimana gamers sedang kesepian akan game baru di awal tahun ini, rasanya Darksiders nggak ada salahnya juga untuk kamu coba. (LYR)