Home Reviews Rocky Balboa

    Feb 26, 2007 03:44 AM

Rocky Balboa

Makin tua makin jadi, pepatah tepat buat sang jagoan. Film yang disutradarai sendiri oleh Stallone ini membuktikan pepatah itu.

Kisah sang jagoan tinju yang kembali naik ring tampaknya memang cukup menarik untuk ditonton. Paling tidak, hal ini terbukti di film yang disutradarai sendiri oleh Sylvester Stallone yang juga memerankan sang jagoan, Rocky Balboa. Sosok seorang mantan juara tinju yang memulai karir dari pinggiran kota kumuh, sekaligus sosok seorang ayah yang sudah banyak makan asam garam kehidupan mampu diperankan dengan baik oleh Stallone. Putra sang mantan juara, Rocky Jr. (Milo Ventemiglia), digambarkan sebagai sosok yang memiliki konflik batin, dimana dia merasa orang-orang lebih menganggapnya sebagai "anak sang legenda" daripada dirinya sendiri. Sang juara tinju, Mason 'The Line' Dixon (Antonio Tarver), digambarkan sebagai jagoan lokal yang kurang dihargai oleh masyarakat pecinta olah raga karena dia tidak pernah melawan lawan yang benar-benar tangguh. Para pemeran pembantu di film ini cukup banyak, namun sayang tidak terlalu banyak ditonjolkan.

 

Rocky & Jr.
Rocky & Rocky Jr. - Father and son.

 

Cerita bermula sekitar beberapa tahun setelah kematian Adrian Balboa, istri Rocky, karena kanker. Rocky hidup di pinggiran Philadelpia dan membuka sebuah restoran Italia kecil. Rocky Jr. bekerja di sebuah perusahaan besar, namun dia merasa selalu dibawah bayang-bayang ayahnya yang legendaris, sehingga orang-orang lebih mengenalnya sebagai 'putra sang legenda' daripada dirinya sendiri. Rocky Jr. sempat mengutarakan unek-unek ini kepada sang ayah, dan sang ayah mampu memberikan sesuatu yang luar biasa. Selain itu, masih ada juga cerita-cerita kecil tentang keseharian Rocky dan restorannya yang cukup menarik untuk disimak, dan cukup menggambarkan sebuah realita dunia.

Masalah hadir ketika suatu malam, sebuah channel kabel TV menayangkan diskusi dan simulasi grafik komputer tentang siapa yang akan jadi juara jika dua orang petinju legendaris di jamannya diadu ketika keduanya dalam keadaan sama-sama prima. Yap, kedua petinju itu adalah sang juara saat ini, Mason 'The Line' Dixon, dan legenda masa lalu, Rocky Balboa. Hasil simulasi komputer ternyata menunjukkan bahwa Rocky sukses meng-K.O. Dixon. Pro dan kontra lalu bermunculan dan masing-masing pengamat olah raga pun mengemukakan pendapatnya. Komentar panas sekaligus harga diri mendorong sang legenda turun kembali ke ring tinju. Siapakah yang akan menang? Sebuah eksibisi yang dinantikan semua orang, sebuah pertemuan dua kekuatan legendaris dari masanya masing-masing, sungguh sesuatu yang patut ditonton di film ini.

 

Here comes the Legend himself...
Here comes the Legend himself...

 

Sinematografi film ini cukup baik. Kita disuguhi realita yang terjadi di pinggiran kumuh kota Philadelphia. Restoran Italia tempat Rocky membuka usaha juga diambil dari sudut pandang yang bagus, walaupun restorannya kecil dan lebih tepat disebut kedai. Namun ketika kita berpindah tempat ke ring tinju tempat Rocky dan Dixon bertarung, 1 kata dari saya: WOW! Benar-benar serasa di pertandingan terbesar abad ini.

 

Fight!
Tua? Makan nih bogem 'tua' gue!!!

 

Adegan tinju yang sangat dinantikan oleh setiap penonton Rocky pun cukup baik diperankan oleh kedua pihak. Hanya sayang sekali, saya merasa adegannya terlalu singkat, karena film ini lebih menonjolkan sisi drama daripada action. Aksi pertarungan pada akhir film ini bisa menimbulkan sikap salut dan kagum kepada kedua jagoan yang bertanding. Sebuah sportifitas dan kejantanan laki-laki.

Oh ya, Anda juga bisa melihat adegan dimana Mike Tyson berbicara kepada Dixon ketika Dixon akan bertanding dengan Rocky.

 

Awww!!
"Makan nih!!" -- "Awwwwh...."

 

Musik pengiring film ini banyak menggali kenangan nostalgia di era 80-90an, ketika film Rocky masih berentetan dirilis di masa itu. Dan adegan yang ditunjukkan ketika musik dilantunkan pun ikut menggugah kenangan-kenangan manis sang legenda ketika dia masih pada masa jayanya.

 

Run
Adegan kenangan sejak jaman Rocky I.

 

Jika Anda merasa Rocky V mengecewakan, maka kekecewaan itu bisa terobati di Rocky VI ini. Film ini tidak sepenuhnya tentang tinju, namun lebih menitik beratkan ke hidup keseharian Rocky. Anda akan banyak menemui banyak kata-kata mutiara dan pelajaran berharga dari sepanjang film ini. Rocky Balboa punya kisah ayah-anak yang bagus, dan juga banyak mengajarkan tentang realita hidup yang ada di sekitar kita, serta bagaimana menyikapinya.

 

No. 1
Sekali legenda, tetap legenda.

 

Film ini sangat baik dari segi cerita yang penuh pelajaran dan kenangan, dan juga musik pengiring yang menggugah nostalgia. Rocky Balboa berhasil menggabungkan kesuksesan dan kenangan masa lalu dengan kerinduan masa sekarang. Cocok ditonton bersama pacar, teman-teman penggemar film Rocky, maupun film yang menyatukan drama dan action.

VGI Rates: A

General Information:
Director : Sylvester Stallone
Cast
Rocky Balboa: Sylvester Stallone
Paulie : Burt Young
Rocky Jr. : Milo Ventimiglia
Marie : Geraldine Hughes
Steps : James Francis Kelly III
Adrian : Talia Shire
Mason 'The Line' Dixon : Antonio Tarver

Best quote:
Rocky Balboa: Let me tell you something you already know. The world ain't all sunshine and rainbows. It is a very mean and nasty place and it will beat you to your knees and keep you there permanently if you let it. You, me, or nobody is gonna hit as hard as life...

Comments (0)    Post Comment + using:

  • Facebook
  • Twitter
  • VGI
More on VGI Network

Games

Reviews

Movies

Online

Signature

Technology

Loading
Close
0.160076141357