Home Signature Amati Lebih Dekat, Kaiju dalam Pacific Rim

Movies   Signature     Jul 8, 2013 11:59 PM

Amati Lebih Dekat, Kaiju dalam Pacific Rim

Sekitar satu jam menuju ke Barat dari Los Angeles, dalam sebuah rumah bergaya Tudor di suatu daerah suburbian yang nyaman, Guillermo del Toro mendirikan ‘sasana’ kreatif yang tiada duanya di muka Bumi. Dinamai sebagai Bleak House, di sanalah del Toro menetapkannya sebagai headquarter untuk pengerjaan Pacific Rim.

Demi melakukan apa yang disebutnya sebagai ‘pengembangan secara visual,’ ia membimbing beberapa concept artist yang ditugaskannya untuk mereka-reka gambaran yang ada bagi Pacific Rim. Ini merupakan sebuah proses yang telah sering ia jalani dalam banyak waktu sebelumnya, dan del Toro melakukannya secara ilmiah.

“Awal dari semuanya, saya mengajak beberapa orang [yang kini] berada di dalam ruang desain. Saya mengetahui orang-orang ini sangatlah mengerti mengenai Kaiju, orang-orang ini sangatlah mengerti mengenai robot-robotan, orang-orang ini sangatlah mengerti mengenai keduanya itu,” jelasnya mengenai 14 orang yang menyesaki ruangan itu.

Berasal dari berbagai bidang keahlian, dari artist komik, artist CG, artist tekstur, artist storyboard, pemahat, pelukis, ilustrator, penulis sci-fi, pakar desain otomotif dan industri, sampai desainer untuk segala macam hal yang rumit seperti monster, kendaraan hingga permesinan. Semuanya berada di bawah komando del Toro, sang desainer utama.

“Segalanya dikembangkan berdasarkan parameter-parameter yang saya berikan kepada para desainer,” ungkapnya. Metode awalnya adalah untuk hanya sedikit berkata. Instruksinya hanyalah, “Go crazy.” Dengan tertawa, ia menambahkan, “Untuk beberapa pekan pertama, seperti menjalankan sebuah taman hiburan.”

Meski begitu, ia tetaplah memiliki sebuah rencana. Untuk Pacific Rim, del Toro ingin kembali membangkitkan kekaguman yang dirasakannya kala menonton film-film Kaiju kuno dari Jepang semasa ia kecil. “Tapi apa yang tidak saya inginkan adalah membuat sebuah film mengenai genre tersebut.” Tak perlu tahu Godzilla untuk menontonnya.

Bahkan, ia melarang para desainer itu untuk menonton film-film Kaiju asal Jepang sebagai referensi mereka. Setelah membiarkan mereka untuk bermain-main dengan imajinasi sekitar dua minggu, del Toro memberikan beberapa aturan. “Saat melihat Kaiju, kalian secara simpel mengetahui karakter mereka dan kalian tahu apa yang mereka lakukan.”

“Mereka haruslah berujud sebagai senjata yang hidup. Jika ada yang memiliki pisau di kepalanya, kalian tahu bahwa dia akan menggunakannya untuk menyerang,” ujarnya. Para desainer pun saling melemparkan desain dengan sentuhan masing-masing. Sekali dalam seminggu, mereka berkumpul untuk sebuah sesi yang mereka sebut ‘American Idol.’

Dalam sesi tersebut, desain-desain yang ada didebatkan secara bersama dengan del Toro, dan pada akhirnya, diambillah suara untuk desain mana yang akan mereka kembangkan dan mana yang akan mereka tinggalkan. “Saya menyayangi monster-monster. I think they’re the greatest thing,” tandas del Toro di suatu waktu.

“Jika Anda sangat, sangat menyukai monster, itu akan sama halnya seperti kalian mencintai seseorang atau pun sesuatu. Kalian ingin yang terbaik bagi mereka. Jadi, kalian akan mencari yang terbaik bagi makhluk kalian. Dari desain, pencahayaan, pewarnaan, bagaimana mereka bergerak, bagaimana mereka hidup, apa yang terjadi pada mereka.”

“Jika kalian harus membunuhnya, bunuhlah mereka dengan hebat.” Pacific Rim dapat dikatakan adalah semacam puisi cinta dari del Toro bagi para monster. “Hal terburuk yang kalian lakukan dalam pendekatan untuk sebuah desain adalah keinginan untuk membuatnya terlihat keren.” Monster-monster haruslah berpenampilan netral.

Katanya, karena mereka juga harusnya adalah para aktor, yang mampu mengunjukkan berbagai macam emosi. “Jika kalian melihat seekor singa duduk diam, maka dia terlihat agung, gagah, cantik. Tapi jika singa itu berada di atas kalian dan akan menggigit kalian, dia akan terlihat seperti itu,” jelasnya, mengunjukkan muka yang menakutkan.

“Sama sekali tak menyenangkan. Tapi, tetaplah hewan yang sama,” tambahnya. Kaiju dalam Pacific Rim memiliki logika yang unik. “Mereka adalah pasukan yang berbasiskan pada teori Darwin,” ujar penulis skrip, Travis Beacham. “Mereka tumbuh di semesta yang berbeda dan ditarungkan satu sama lain, dan mutasi yang terkuatlah yang akan tetap hidup.”

Del Toro membaginya menjadi tiga grup besar, yaitu crustacea, kadal, dan serangga. Tak ada yang berbulu. Tak ada yang bertentakel, atau pun berwarna merah. Berkat latar belakangnya yang merupakan senjata hidup, tak bercacat atau pun memiliki kekurangan, dan dikembangkan untuk menyerang, “Tiap elemen dari desain Kaiju harus dipergunakan sebagai senjata,” jelasnya.

Setelah desainnya disetujui oleh del Toro, maka Kaiju terpilih akan dipahatkan dalam bentuk maket secara tiga dimensi untuk kemudian dikirimkan ke Industrial Light & Magic berikut data keyframe dan lukisannya demi memperlihatkan penampilan sang monster secara penuh. Del Toro menginginkan agar para Kaiju terlihat memiliki rencana-rencana.

Entah untuk menyerang atau bertempur, mereka mempunyai tujuan dan pengetahuan tersendiri di balik mereka, sekali pun itu hanyalah amukan hewani yang terlihat bodoh. Beberapa Kaiju memiliki ciri berupa bagian tubuh yang bisa bercahaya. So, this is it. Marilah mengenali Kaiju dalam Pacific Rim dengan lebih dekat. Hoping this won’t give you some spoilers.

RECKONER

Saat Reckoner terbunuh kala menyerang Hong Kong di tahun 2016, bangkainya ditinggal di lokasi, memunculkan kontaminasi di daratan sekitarnya. Sembilan tahun kemudian, sebuah kota pun dibangun secara liar dan tanpa ijin di atas daratan yang beracun itu. Mengitari tulang-tulangnya, dan tengkoraknya pun dijadikan sebuah kuil bagi penganut keyakinan yang aneh terhadap Kaiju.

“Kuil itu dan pasar gelap yang disebutkan oleh salah satu karakter memberikan indikasi akan adanya perubahan di tingkat religiusme dan sosial yang telah dibawa Kaiju ke masyarakat,” jelas del Toro. Berkat tak pernah terlihatnya Reckoner dalam kondisi hidup dan tengkoraknya telah menjadi sebuah kuil, hanya Kaiju inilah yang dibangun sebagai sebuah set secara fisikal.

AXEHEAD

Axehead hanya terlihat sebentar di sekuens pembuka saat serangan Kaiju pertama dan awal dari peperangan melawan Kaiju. Axehead tak memiliki serangan seperti nafas atomik milik Godzilla, namun saat dia mengaum, sebuah cahaya akan terlihat berpendar dari dalam mulutnya.

Sebenarnya, sekuens Axehead ini merupakan arah sinematik yang sedikit ‘salah.’ Serangan ke jembatan Golden Gate adalah contoh yang tepat dari ‘penyerangan ke lokasi terkenal’ yang tipikal dari film-film yang memunculkan monster raksasa. Suatu hal yang sangat dihindari oleh Beacham.

BLADEHEAD

Serangan yang dilakukan Bladehead ke Sydney, dan kekalahannya di tangan Striker Eureka yang dipiloti ayah dan anak, Herc dan Chuck Hansen, hanyalah terlihat di televisi dalam sebuah sekuens di film. Namun, dia tetaplah Kaiju yang benar-benar dikembangkan secara penuh.

Saat Bladehead mencoba menerobos tembok Anti-Kaiju, hal itu merupakan perkembangan yang drastis bagi kaum manusia, karena program Jaeger telah dihentikan demi didirikannya dinding itu. Seperti halnya kasus-kasus yang sering terjadi, pertahanan yang statis terbukti memberikan rasa nyaman yang tak lama. Kaiju beradaptasi dan berkembang, dan dimulai dengan Bladehead.

BABY KAIJU

Saat segumpal fetus Kaiju ditemukan dalam kondisi hidup di Hong Kong, tak seorang pun yang merasa yakin akan apa yang harus diharapkan. Itu memang pada dasarnya adalah bayi. Namun, itu tetaplah Kaiju, yang dikembangkan untuk menyerang dan tetaplah memiliki kemampuan untuk menyakiti manusia.

Bayi Kaiju ini menggambarkan apa yang membuat beberapa kalangan menyebut del Toro sebagai seorang surrealist, kebiasaannya untuk menggabungkan hal-hal yang seharusnya tak cocok secara satu sama lainnya. “Jika kalian pikir seekor monster sebagai sesuatu yang dahsyat, kalian dapat memberikannya sebuah momen yang membuatnya terlihat penuh rasa ingin tahu dan menawan dan sedikit cute,” jelasnya.

Surrealism comes from juxtaposition. Sebuah elemen yang tak berfungsi adalah elemen yang membuat sesuatu jadi berfungsi.” Bayi Kaiju, ungkapnya, memiliki ‘kesan seperti anak anjing.’ Mata yang besar dan kepala yang besar. “Semacam percampuran atanra cute dan menakutkan. Kami memberikan dua karakterisitik itu kepadanya untuk membuat dia unik dan cantik untuk dilihat, yaitu transparan dan memiliki sisi yang berbeda yang jika dilihat dari arah yang berbeda. Kulitnya bercahaya dan cemerlang, namun juga keriput seperti tikus tanah yang telanjang, seperti seekor kucing Mesir.”

KAIJU BLUE

Satu aturan lagi yang diterapkan bagi para desainer adalah tak boleh ada darah dan kesadisan. Film ini harus ditujukan bagi penonton berbagai usia dan mungkin akan memunculkan mainan dan bermacam hal yang collectible. Namun, secara paradoks, Jaeger mesti membunuhi Kaiju dalam pertempuran fisik, bukanlah dengan tembakan senjata dari jarak jauh. Solusinya, membuat darah Kaiju jadi berwarna biru. Hal itu, selanjutnya membawa para desainer untuk memikirkan residu dari darah mereka, yang disebut Kaiju Blue, yang mengalir layaknya cairan kental yang jahat. “Saya menginginkan sebuah set piece yang bernuansakan biru dan emas di segala macam halnya,” ungkap del Toro, “Jadi, kami pun membuat sekuens bayi Kaiju pun terlihat seperti itu.”

KNIFEHEAD

 Category III
 Breach Date 2020
 Height 315 ft
 Weight 2,700 tons
 Toxicity Medium
 Speed 6
 Power 7
 Armor 7
 Attack Behavior Direct hostile Jaeger engagement, auditory and physical intimitadion tactics
 Powers Bone knife-shaped head can sever a Jaege in half, powerful jaws lined with jagged incissors
 Weakness Base of neck; throat
 Target Anchorage, Alaska

Saat Knifehead muncul ke permukaan di tahun 2020, peperangan telah berlangsung secara penuh. Program Jaeger telah menginjak Mark 3 dan memiliki beberapa instalasi di sekitar lautan Pasifik. Telah cukup banyak Kaiju yang terlihat demi memilah mereka ke dalam beberapa kategori, layaknya berbagai macam badai, Knifehead dimasukkan ke Category 3.

Knifehead dimaksudkan sebagai perkembangan dari ikan hiu, jelas del Toro. “Seperti jika kalian menggambarkan ikan hiu dan menarik hidungnya lebih keluar hingga kepalanya menjadi semakin sangat tajam, lancip, berbentuk seperti pedang dan tak seperti halnya ujung yang tumpul dari ikan hiu yang normal.”

ONIBABA

 Category II
 Breach Date 2016
 Height 188 ft
 Weight 2,040 tons
 Toxicity Medium
 Speed 4
 Power 6
 Armor 9
 Attack Behavior Primarily defensive, but will lash out ruthlessly when provoked
 Powers Two sets of viselike pinchers and toxic spiked barbs lining its plating
 Weakness Neck, underbelly, ligament
 Target Tokyo, Japan

Onibaba yang berbentuk seperti seekor kepiting bangkit dari kedalaman laut untuk menyerang Jepang di tahun 2016 layaknya sebuah tsunami, memburu Mako Mori yang telah yatim piatu melalui jalanan kota.

Del Toro menjelaskan bahwa Onibaba secara simpel adalah sebuah tank berpelindung. “Kami ingin Onibaba menjadi sesuatu yang dapat mendorong,” jelasnya. “Sekuensnya terjadi di sebuah jalanan sempit, jadi saya ingin dia untuk mendorong dan menghancurkan bangunan-bangunan yang ada tanpa sama sekali berhenti.”

Nyatanya, Onibaba menjadi Kaiju tersulit yang dikerjakan oleh para desainer. Semuanya berkat keharusan bagi Kaiju ini untuk memiliki kepandaian yang meledak-ledak. “Saya ingin agar Onibaba memiliki koneksi langsung dengan Mako,” ungkap del Toro. “Jadi kontak mata adalah vital. Saya ingin melakukan syut atas serangan tersebut dari tanah sebanyak mungkin dan membuatnya jadi sudut pandang dari [Mako] yang semulus yang saya bisa. Gambaran dari [Mako] yang mengenakan gaun biru dan sebelah sepatunya yang berwarna merah dalam genggaman tangan itu akan menjadi memori terdalamnya, siapakah dia, dan bagaimana dia terbentuk dari tragedi ini.”

LEATHERBACK

 Category IV
 Breach Date 2025
 Height 267 ft
 Weight 2,900 tons
 Toxicity Low
 Speed 5
 Power 6
 Armor 10
 Attack Behavior Wave rider, rising from electrically charged ocean white water
 Powers Electromagnetic emission, armor-platted skin
 Weakness Spinal Cavity
 Target Hong Kong, China

Saat Leatherback dan Otachi muncul secara bersamaan dari Breach, hal ini memunculkan ketakutan yang bereskalasi dalam peperangan Kaiju. Tak ada yang mengantipasi serangan atas lebih dari satu Kaiju secara bersamaan.

Otachi dan Leatherback mengunjukkan kepribadian Kaiju yang beragam. Leatherback benar-benar dipenuhi akan amukan; saat menyerang, dia akan melakukannya dengan buas. Otachi lebih berhati-hati dan taktis. Jika terluka, dia mungkin bersembunyi dan memilih waktu untuk menyerang, atau memutar diri, pura-pura mundur namun nyatanya menggunakan ekornya yang ganas  itu untuk menyerang. Leatherback akan menguji ketahanan para pilot Jaeger; Otachi akan menguji kemampuan para pilot Jaeger.

“Apa yang kami inginkan adalah membuatnya terasa seperti tukang pukul, layaknya makhluk brutal yang penuh dengan otot untuk menerjang,” ungkap del Toro. “Jadi serangan-serangannya akan terlihat seperti gorila. Tangannya akan digunakan seperti gada. Dia akan melompat ke atas bahu dan bagian atas tubuh lawannya, dan mulai menghantaminya.”

Leatherback tak sepintar Otachi, tapi dia kejam, agresif, dan penuh kekerasan. Sangat berbahaya. Aumannya mengintimidasi, bahkan jika dibandingkan dengan Kaiju lain. Leatherback memiliki semacam ‘jambul’ yang memendarkan cahaya, dan akan bergerak-gerak jika dia makin lincah bergerak. Layaknya bagian yang memperkuat kemampuannya untuk melancarkan serangan elektromagnetis.

OTACHI

 Category IV
 Breach Date 2025
 Height 207 ft
 Weight 2,690 tons
 Toxicity Severe
 Speed 9
 Power 6
 Armor 7
 Attack Behavior Winged Fury-combined low center of gravity pounces with airborne attack patterns
 Powers Flight; secondary lifeforce hidden within
 Weakness Underbelly, horn extrusions
 Target Hong Kong, China

Kebanyakan Kaiju tampil sangat kuat tapi lambat dan cenderung bodoh. Sebaliknya, Otachi cepat, lincah, dan licik. “Kami mendesain mukanya agar terlihat sangat, sangat jahat,” jelas del Toro. “Ada semacam kepandaian yang jahat terlihat di matanya.”

Mendukung kelebihan Otachi adalah beberapa kejutan secara anatomi tubuhnya, yang memiliki efek hebat di pertempuran. Del Toro menginginkan seluruh Kaiju untuk memiliki beberapa bagian tubuh yang dapat berubah. Alasannya, jika para penonton telah terbiasa dengan sang monster, maka dia tak lagi mengerikan, namun saat dia mengunjukkan bagian tubuhnya yang tersembunyi, akan membuatnya kembali menakutkan lagi. “Contohnya, adalah Otachi,” jelas del Toro. “Kalian tak akan menyadari bahwa dia memiliki sayap-sayap di dalam kaki-kakinya, itu yang pertama. Yang kedua, kalian tak akan menyadari bahwa lehernya dapat membengkak dan mengeluarkan asam. Lalu, rahang bawahnya dapat terbelah menjadi dua. Jadi, seluruh elemennya berubah.”

SCUNNER

 Category IV
 Breach Date 2025
 Height 441 ft
 Weight 3,230 tons
 Toxicity Low
 Speed 5
 Power 9
 Armor 8
 Attack Behavior Utilized methods of intimidation and instigation, coordinating with other Kaiju at an unprecedented level
 Powers Pointed, Plated protrusions designed to batter and ram
 Weakness Oblique region
 Target Unknown

Klimaks dari peperangan Kaiju datang saat tiga Kaiju muncul secara sekaligus dari Breach. Dua di antaranya adalah Category 4, yaitu yang berkode nama Scunner dan Raiju. Beacham menjelaskan bahwa mereka adalah ‘otot’ dar serangan final. Yang ketiga, Slattern, akan menjadi yang paling parah dari seluruh Kaiju.

“Scunner seperti seekor banteng,” ucap del Toro. Bahkan, Gypsy Danger akan menungganginya seperti banteng rodeo, dan Scunner berusaha menggunakan tanduknya untuk menyobek badan Gypsy. “Saya menginginkannya agar meledak-ledak,” tambah del Toro.

Untung menghemat waktu dan budget, Scunner menggunakan tubuh dasar CG yang sama dengan Axehead dan Knifehead. Namun, hal tersebut tak akan terlalu terlihat, karena kaki dan kepalanya dibuat berbeda, dan karena cara pengambilan gambar atas dua Kaiju sebelumnya. Axehead hanya terlihat sebentar dan tak pernah secara keseluruhan. Knifehead memang terlihat secara keseluruhan, namun sebagian besar tubuhnya tak begitu terlihat karena pertempuran yang terjadi di atas ombak. Hanya Scunner saja yang terlihat secara utuh dalam beberapa momen.

RAIJU

 Category IV
 Breach Date 2025
 Height 358 ft
 Weight 3,475 tons
 Toxicity High
 Speed 10
 Power 7
 Armor 8
 Attack Behavior Multi-jawed devourer of all
 Powers Extendable head with increased dexterity an agility
 Weakness Toxic and weakened interior of second mouth
 Target Gypsy Danger / Striker Eureka

Raiju terinspirasi oleh iguana asal Galapagos, namun rahangnya yang terbagi tiga membuatnya terlihat bak alien. Dia dikembangkan dari awalnya sebagai makhluk aquatik, jelas del Toro, dan merupakan perenang yang unggul. “Kakinya berbentuk melengkung, jadi tak berfungsi untuk berjalan. Saya selalu mengatakan [kepada para desainer] untuk memikirkan bentuk tubuhnya secara horizontal, jadi dia dapat bergerak layaknya iguana raksasa,” ungkapnya.

Kaiju dalam film-film klasik selalu memiliki sesuatu yang normal terdapat pada organisme nyata,” jelas del Toro. “Itu merupakan hal yang penting, untuk membuatnya tetap seperti itu. Penggambaran dari seekor hewan yang nyata.”

SLATTERN

 Category V
 Breach Date 2025
 Height 596 ft (Estimated)
 Weight 6,750 tons (Estimated)
 Toxicity High
 Speed 10+
 Power 10+
 Armor 10+
 Attack Behavior The largest and most dominant Kaiju ever to Breach, uses superior size and strength to impose its will
 Powers Trio of triple-crowned tails and highly-resilient, leathery reptilian scaling
 Weakness Unknown
 Target Unknown

Slattern adalah Kaiju terbesar, terpandai, paling telengas, jauh lebih dahsyat dibandingkan lawan yang pernah dihadapi pasukan Jaeger dalam pertempuran. Del Toro menjelaskan, “Saya sangat menginginkan agar Kaiju terakhir untuk menjadi setannya.” Pertempuran antara Slattern dengan Gypsy Danger, berguling-gulingan di sekitar bukaan vulkanis di kedalaman laut, tentunya sangatlah memiliki kesan bak neraka itu sendiri.

“Saya menginginkan agar dia keluar dari kedalaman laut, dan kepalanya bukanlah memiliki tanduk karena itulah kepalanya sendiri,” ungkap del Toro. “Dia memiliki kepandaian yang sungguh-sungguh. Dialah satu-satunya Kaiju yang kepalanya terlihat bak mahkota sungguhan, jadi dia memiliki kebesarannya sendiri. Saya sangat menginginkannya untuk secara jelas terlihat sebagai raja dari para Kaiju.”

Para penonton Tanah Air akan segera melihat penampilan mereka dalam hitungan 3 hari lagi, tepatnya tanggal 11 Juli 2013, dalam Pacific Rim. Siapkah dirimu? (HKD)

VGI Ratings for Amati Lebih Dekat, Kaiju dalam Pacific Rim

A-

Comments (0)    Post Comment + using:

  • Facebook
  • Twitter
  • VGI
More on VGI Network

Games

Reviews

Movies

Online

Signature

Technology

Loading
Close
0.160875082016